IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Pasar Cermati Kesepakatan Batas Utang AS
Rabu, 31 Mei 2023 | 09:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - IHSG dibuka dengan kenaikan 0,28% ke posisi 6.654,84 pada sesi pertama, Rabu (31/5/2023). Mayoritas sektor saham mengalami kenaikan, dengan sektor kesehatan mengalami kenaikan paling tajam.
Dalam beberapa menit awal perdagangan, tercatat sekitar 1 miliar saham telah diperdagangkan, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 564,8 miliar dan frekuensi perdagangan mencapai 56.971 kali transaksi. Dari segi pergerakan saham, terdapat 157 saham yang mengalami kenaikan, 175 saham mengalami penurunan, dan 233 saham stagnan.
Mayoritas sektor saham mengalami kenaikan, di antaranya sektor kesehatan yang mengalami kenaikan paling tajam sebesar 0,74%. Disusul oleh sektor transportasi dengan kenaikan sebesar 0,67%, sektor konsumen primer sebesar 0,37%, sektor infrastruktur sebesar 0,29%, dan sektor keuangan sebesar 0,1%.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (30/5/2023), IHSG mengalami penurunan sebesar 44 poin (0,67%) ke level 6.636. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh sektor industri, konsumen primer, kesehatan, properti & real estate, serta barang baku.
Di Wall Street, pergerakan saham cenderung stagnan pada Selasa (30/5/2023). Pelaku pasar terus memantau potensi kesepakatan terkait plafon utang AS. Kongres AS dijadwalkan untuk melakukan pemungutan suara terkait kesepakatan tentatif yang telah dicapai antara Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR AS Kevin McCarthy pada Rabu (31/5/2023) waktu setempat. Persetujuan perlu segera diambil mengingat harapan peningkatan plafon utang semakin dekat, khususnya pada sekitar tanggal 5 Juni 2023.
Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik juga beragam karena Wall Street mempertimbangkan kemungkinan Kongres AS untuk menyetujui kesepakatan tentatif terkait peningkatan plafon utang AS, meskipun terdapat oposisi yang semakin meningkat di dalam Partai Republik. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,03% dari level tertinggi dalam 33 tahun pada awal perdagangan, sementara indeks Topix mengalami penurunan lebih kecil sebesar 0,96%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,35% menjelang data inflasi bulan April. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan tingkat inflasi di Australia pada bulan April akan sedikit melambat menjadi 6,4%. Namun, indeks Kospi di Korea Selatan bergerak melawan tren dengan kenaikan sebesar 0,16%, sementara indeks Kosdaq juga mengalami kenaikan sebesar 0,13%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




