ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OJK Catat Pasar Modal Himpun Dana Rp 162,09 Triliun per Juli 2023

Jumat, 4 Agustus 2023 | 05:13 WIB
MF
FH
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: FER
Karyawati beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.
Karyawati beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana melalui pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 162,09 triliun hingga 31 Juli 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Juli tercatat sebesar Rp 162,09 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 57 emiten.

"Sementara di pipeline masih terdapat 101 rencana penawaran umum dengan perkiraan nilai Rp 72,85 triliun dan rencana initial public offering atau IPO oleh emiten baru sebanyak 66 perusahaan," jelas Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

ADVERTISEMENT

Inarno menjelaskan, pasar modal Indonesia pada periode yang sama juga mengalami penguatan sebesar 4,05% mark to date (mtd) ke level 6.931,36.

Penguatan indeks ditopang oleh saham di sektor energi dan sektor basic material. Secara ytd, IHSG tercatat menguat sebesar 1,18 % dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp 18,92 triliun dari posisi Juni 2023 net buy sebesar 16,21 triliun ytd.

"Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham termoderasi di bulan Juli 2023 menjadi Rp 9,66 triliun mtd dan Rp 10,24 triliun ytd (Juni 2023: Rp9,64 triliun mtd), dan secara umum di bawah level rata-rata transaksi harian di 2022 yang sebesar Rp 14,71 triliun," ujar dia.

Sedangkan di pasar obligasi, lanjut Inarno, indeks pasar obligasi ICBI menguat 0,56% mtd dan 7,07% ytd ke level 369,17 (Juni 2023: menguat 0,96% mtd dan 6,48 % ytd).

Sementara, untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non-resident tercatat sebesar Rp 269,79 miliar mtd, dan secara ytd masih tercatat outflow Rp 880,16 miliar.

Kemudian untuk pasar SBN, pada Juli 2023, non-resident mencatatkan inflow sebesar Rp 8,30 triliun mtd dari posisi Juni 2023 nilai inflow sebesar Rp17,53 triliun mtd, sehingga mendorong penurunan yield SBN rata-rata sebesar 1,09 bps mtd di seluruh tenor.

Secara ytd, yield SBN turun rata-rata sebesar 53,80 bps di seluruh tenor dengan non-resident mencatatkan net buy sebesar Rp 93,00 triliun ytd.

Terakhir, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 31 Juli 2023 tercatat sebesar Rp 516,67 triliun atau naik 1,69% (mtd) dengan investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp 4,21 triliun (mtd).

"Secara ytd, NAB meningkat 2,34% dan tercatat net subscription sebesar Rp1,79 trilliun," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ulasan MSCI Tegaskan Indonesia Tetap Relevan bagi Investor Global

Ulasan MSCI Tegaskan Indonesia Tetap Relevan bagi Investor Global

EKONOMI
MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
1 dari 5 Anak Muda RI Gunakan Produk Keuangan Tanpa Sadar Risiko

1 dari 5 Anak Muda RI Gunakan Produk Keuangan Tanpa Sadar Risiko

EKONOMI
Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk

Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk

EKONOMI
IHSG Sesi I Anjlok 1,91 Persen, Seluruh Indeks Sektor Merah

IHSG Sesi I Anjlok 1,91 Persen, Seluruh Indeks Sektor Merah

EKONOMI
IHSG Sepekan Melemah 0,56 Persen meski Nilai Transaksi Melonjak Tajam

IHSG Sepekan Melemah 0,56 Persen meski Nilai Transaksi Melonjak Tajam

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon