Perbankan Usul Instrumen Likuiditas Jangka Pendek
Jumat, 30 Desember 2011 | 19:46 WIB
Instrumen ini untuk menggantikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1-6 bulan yang sudah tidak diterbitkan lagi.
Perbankan mengusulkan pemerintah menyediakan fasilitas penempatan jangka pendek sebagai instrumen pengelolaan likuiditas.
Instrumen ini untuk menggantikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1-6 bulan yang sudah tidak diterbitkan lagi.
"Saya mengusulkan intrumen jangka pendek," kata Direktur Utama Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja, dalam acara penutupan perdagangan saham 2011 di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, instrumen itu bukan untuk menempatkan kelebihan likuiditas seperti surat utang negara (SUN) atau surat perbendaharaan negara (SPN), namun lebih pada penempatan dana yang sudah disisihkan untuk kredit tapi belum ditarik (undisbursed loan). "Kalau menggunakan bond ada risiko penurunan harga," ujar Jahja.
Ditambahkan dia, instrumen mirip SBI tersebut akan menguntungkan bank karena dana perbankan tidak menganggur. Di sisi lain, instrumen ini menguntungkan pemerintah. "Karena bunga yang diberikan akan lebih rendah dari obligasi," kata Jahja.
Menanggapi usul tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya harus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). "Mereka sudah susah payah membersihkan sistem keuangan. Terus nanti dengan skema yang diusulkan kan nanti akan menambah uang beredar. Itu perlu kita kordinasikan," kata Agus.
Perbankan mengusulkan pemerintah menyediakan fasilitas penempatan jangka pendek sebagai instrumen pengelolaan likuiditas.
Instrumen ini untuk menggantikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1-6 bulan yang sudah tidak diterbitkan lagi.
"Saya mengusulkan intrumen jangka pendek," kata Direktur Utama Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja, dalam acara penutupan perdagangan saham 2011 di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, instrumen itu bukan untuk menempatkan kelebihan likuiditas seperti surat utang negara (SUN) atau surat perbendaharaan negara (SPN), namun lebih pada penempatan dana yang sudah disisihkan untuk kredit tapi belum ditarik (undisbursed loan). "Kalau menggunakan bond ada risiko penurunan harga," ujar Jahja.
Ditambahkan dia, instrumen mirip SBI tersebut akan menguntungkan bank karena dana perbankan tidak menganggur. Di sisi lain, instrumen ini menguntungkan pemerintah. "Karena bunga yang diberikan akan lebih rendah dari obligasi," kata Jahja.
Menanggapi usul tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya harus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). "Mereka sudah susah payah membersihkan sistem keuangan. Terus nanti dengan skema yang diusulkan kan nanti akan menambah uang beredar. Itu perlu kita kordinasikan," kata Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




