ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Likuiditas Tinggi Bukan Berarti Perbankan Mudah Turunkan Suku Bunga

Selasa, 30 September 2025 | 05:06 WIB
BI
MK
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: MBK
Ilustrasi Penyaluran Kredit
Ilustrasi Penyaluran Kredit (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian domestik, salah satunya dengan mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan.

Namun, hingga kini suku bunga kredit perbankan belum juga turun signifikan, meski BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga telah menempatkan dana negara sebesar Rp 200 triliun di lima bank pelat merah atau Himbara. Tujuannya untuk memperkuat likuiditas dan menyalurkannya sebagai fasilitas kredit kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai lambatnya penurunan suku bunga kredit perbankan berkaitan dengan struktur dana bank itu sendiri.

"Untuk suku bunga, dikembalikan lagi kepada seberapa mampu perbankan menurunkan biaya dana," kata Trioksa kepada Beritasatu.com.

Ia menjelaskan, meski likuiditas meningkat, beban bunga yang ditanggung bank masih tinggi, terutama akibat penggunaan dana deposito dengan bunga special rate yang masih mendominasi dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Karena itu, penurunan suku bunga kredit memerlukan waktu.

Saat ini, pemerintah tengah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan meningkatkan konsumsi dan investasi, serta menstimulasi aktivitas sektor riil melalui daya beli masyarakat dan penurunan biaya modal perusahaan.

Kombinasi kebijakan BI berupa pemangkasan suku bunga dan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke perbankan seharusnya memberi ruang lebih luas bagi penurunan bunga pinjaman maupun simpanan. Pemerintah berharap perbankan, khususnya Himbara, segera menyesuaikan suku bunga kredit.

"Mestinya tidak ada lagi alasan bunga pinjaman tetap tinggi, karena tujuannya untuk mendorong konsumsi, investasi, serta menggerakkan sektor riil," ujarnya.

"Bila dana bank masih didominasi deposito dengan bunga special rate, maka penurunan bunga kredit akibat pemangkasan bunga acuan masih membutuhkan waktu," tambah dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Klaim Suku Bunga Perbankan Sudah Turun ke 8 Persen

OJK Klaim Suku Bunga Perbankan Sudah Turun ke 8 Persen

EKONOMI
BI Ingatkan Perbankan Kurangi Bunga Nasabah Besar

BI Ingatkan Perbankan Kurangi Bunga Nasabah Besar

EKONOMI
Kebijakan Menkeu Purbaya Dinilai Mampu Tekan Bunga Kredit Perbankan

Kebijakan Menkeu Purbaya Dinilai Mampu Tekan Bunga Kredit Perbankan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon