ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Mulyani: Pajak Jadi Insentif untuk Merangsang Perekonomian

Selasa, 4 Juni 2024 | 18:00 WIB
AK
IC
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: CAH
Sri Mulyani.
Sri Mulyani. (Antara/Bayu Pratama)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pajak tidak hanya berfungsi sebagai pendapatan negara tetapi juga sebagai insentif untuk merangsang perekonomian. Hal ini dikatakan Sri Mulyani dalam rapat kerja di DPR, Selasa (4//6/2024).

“Fungsi pajak dalam memberikan insentif fiskal secara terarah terukur bagi sektor-sektor strategis terutama dalam lingkungan global yang makin kompetitif dan agresif menjadi sangat penting,” ucap Sri Mulyani. 

Dikatakannya pemerintah terus berupaya menyempurnakan implementasi UU Harmonisasi Perpajakan. Upaya perluasan basis pajak melalui penerapan Global Tax Season Agreement juga akan semakin diperkuat sebagai peluang bagi Indonesia untuk memastikan basis pajaknya tidak tergerus oleh penghindaran pajak antarnegara.

ADVERTISEMENT

“Memperkuat kepatuhan perpajakan khususnya pada tingkat menengah dan dasar melalui penerapan reformasi administrasi dan penguatan kantor pajak agar berpotensi memantau pajak daerah,” ujarnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Provinsi (APBN) Provinsi tahun 2025, pemerintah menargetkan pendapatan provinsi berada pada kisaran 12,14% hingga 12,36% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Langkah-langkah tersebut akan dilakukan untuk menghimpun penerimaan negara dengan tetap menjaga iklim investasi.

"Peningkatan pendapatan pemerintah dan kebijakan pemungutan yang lebih tinggi akan dilaksanakan dengan memastikan bahwa iklim investasi dan dunia usaha tetap kondusif dan berkelanjutan, terutama dari sudut pandang lingkungan hidup,'' kata Sri Mulyani.

Pemerintah juga mengoptimalkan data yang dikumpulkan di seluruh dunia melalui automatic exchange of information (AEoI) dan terus melakukan berbagai reformasi di bidang digital.

Pada saat yang sama, pemerintah akan mengintegrasikan teknologi dan meningkatkan operasional berbagai lembaga dengan meningkatkan kemampuan CEISA 4.0, Simbara serta joint program yang meliputi joint investigation, joint analysis, joint audit, joint business process, dan joint collection.

“Upaya menghimpun penerimaan negara dapat dilakukan secara konsisten dengan tetap memberikan keringanan kepada wajib pajak,” kata Sri Mulyani.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

Korupsi Pajak-Bea Cukai, KPK Buka Peluang Panggil Purbaya-Sri Mulyani

NASIONAL
Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Fiskal sebagai Fondasi Negara

EKONOMI
6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

6 Nama Misterius dalam Epstein Files yang Akhirnya Terungkap

INTERNASIONAL
15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

15 Fakta Soal Epstein Files yang Menggemparkan Dunia

INTERNASIONAL
Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

Sosok Kafrawi Yuliantono yang Diduga Kirim Lamaran Kerja ke Epstein

NASIONAL
Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

Siapa Saja Orang Indonesia yang Disinggung dalam Epstein Files?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon