ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BEI Segera Garap Liquidity Provider untuk Tingkatkan Likuiditas Saham

Kamis, 27 Juni 2024 | 06:05 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas saham dengan mengimplementasikan liquidity provider. Inisiatif ini diharapkan mampu mengubah saham-saham yang kurang likuid menjadi lebih likuid, serta menyediakan kedalaman pasar yang lebih baik bagi investor.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, terdapat dua tujuan utama dari implementasi liquidity provider.

"Pertama, kami ingin menurunkan spread perdagangan saham-saham yang kurang likuid menjadi lebih likuid. Saat ini, spread harian berkisar antara 3% hingga 3,5%. Dengan hadirnya liquidity provider, diharapkan penurunan beta spread gap bisa mencapai 20% dari sebelumnya," jelas Irvan dalam konferensi pers rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT BEI, Rabu (26/6/24).

ADVERTISEMENT

Kedua, yakni meningkatkan likuiditas dan jumlah kuotasi pada saham, sehingga investor selalu dapat menemukan penawaran jual dan beli dari liquidity provider atau saham yang ditunjuk sebagai liquidity provider.

"Implementasi ini akan memastikan terdapat kuotasi di pasar reguler untuk saham yang di-assign sebagai liquidity provider," ujar Irvan.

Ia menambahkan, BEI menetapkan persyaratan minimum untuk akuisisi, waktu, dan volume perdagangan bagi liquidity provider.

"Selain itu, kami mengatur bahwa mereka harus keluar dari posisi tertentu dengan harga yang telah ditentukan, sehingga akan ada pengaturan yang jelas. Kami juga akan memonitor semua kewajiban dari liquidity provider untuk memastikan bahwa aplikasi ini memenuhi semua ketentuan dan kewajiban yang telah ditetapkan," jelas Irvan.

Saat ini, implementasi liquidity provider masih berada dalam tahap pengembangan sistem. Meskipun begitu, BEI juga sedang dalam diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait regulasi yang akan diterapkan. OJK saat ini tengah menyiapkan regulasi terkait liquidity provider yang akan segera diterbitkan.

Di sisi lain, BEI juga sedang mempersiapkan sistem perdagangan yang sudah dapat mengakomodasi liquidity provider, structured warrant, dan produk derivatif.

"Kami berharap bahwa dalam waktu dekat, proyek atau program liquidity provider ini dapat kami implementasikan untuk meningkatkan likuiditas di pasar," tandas Irvan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

EKONOMI
BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

EKONOMI
BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

EKONOMI
Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

EKONOMI
BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

EKONOMI
MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon