BEI Buka Suara soal Pelemahan IHSG Selama 6 Hari Berturut-turut
Jumat, 1 November 2024 | 07:13 WIB
Labuan Bajo, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, menanggapi kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah selama 6 hari berturut-turut, terutama seusai pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Iman mengaku, satu pekan seusai pelantikan tersebut, IHSG terpantau menurun. Kendati begitu, Iman berpandangan penurunan IHSG tidak hanya terjadi di tengah ekspektasi pasar terhadap pemerintahan baru.
“(Pergerakan) indeks itu mencakup berbagai hal, tidak hanya domestik, tetapi juga global dan kondisi perusahaan sendiri. Kemudian, kalau kita lihat di global juga memicu, seperti di kondisi Timur Tengah,” ujar Iman dalam Capital Market Journalist Workshop di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (31/10/2024).
Iman melanjutkan, secara fundamental tidak banyak yang berubah dari domestik. Justru, saat ini investor menantikan bagaimana 100 hari pertama kabinet Prabowo-Gibran.
Apalagi, target produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP) yang mencapai 8% dalam lima tahun mendatang.
“Investor bertendensi bahwa dengan kabinet yang ada sekarang bagaimana mencapai 100 hari pertama, apa gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pemerintah Pak Prabowo,” ujarnya.
“Apalagi target GDP yang biasanya 5% menjadi 8%. Jadi perlu ada gerakan-gerakan daripada kabinet yang baru, walaupun kita lihat selama ini kita tumbuh 5%, sekarang ekspektasi investor meningkat,” tambahnya.
Iman menyampaikan, pergerakan IHSG yang terjadi tidak terlepas dari arah kebijakan Prabowo-Gibran. Salah satunya, rencana Prabowo untuk menghapus kredit macet di petani dan nelayan yang akan memberikan dampak kinerja perbankan.
“Adanya statement penghapusan kredit kepada petani dan nelayan. Bagaimana dampaknya bagi perbankan dan hal ini terangkum pada indeks kita,” tuturnya.
Berdasarkan catatan BEI pada Selasa (25/10/2024), IHSG meningkat 5,80% ke level 7,794.66. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan negara Austria yang hanya mencapai 4,31%, Thailand mencapai 3,36%, dan Polandia 2,93%.
Kemudian, setelah 6 hari di zona merah, IHSG pada Kamis (31/11/2024), IHSG berhasil bangkit hingga menguat 4,1 poin atau 0,06% menjadi 7.574.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




