ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Dagang Mereda, Amerika Serikat dan China Setuju Berdamai

Rabu, 11 Juni 2025 | 10:18 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mengeklaim ada reset total mengenai kebijakan tarif yang telah ia putuskan sebelumnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mengeklaim ada reset total mengenai kebijakan tarif yang telah ia putuskan sebelumnya. (Nikkei Asia/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya menyepakati kerangka kerja sama perdagangan. Kesepakatan ini terjadi setelah 2 hari negosiasi di London.

Negosiator perdagangan China Li Chenggang mengatakan, kedua pihak pada prinsipnya telah sepakat tentang kerangka kerja sama. Kerangka ini memang sebelumnya sudah dibicarakan oleh kedua kepala negara lewat telepon mereka pada 5 Juni.

Terpisah, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan para pejabat AS dan China sekarang akan membawa proposal tersebut kembali ke para pemimpin mereka untuk disetujui.

ADVERTISEMENT

"Idenya adalah kita akan kembali dan berbicara dengan Presiden Trump dan memastikan dia menyetujuinya. Mereka akan kembali dan berbicara dengan Presiden Xi dan memastikan dia menyetujuinya, dan jika itu disetujui, kita akan menerapkan kerangka kerja tersebut," kata dia seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/6/2025).

Kedua belah pihak sebelumnya sudah sepakat untuk secara drastis mengurangi tarif atas barang masing-masing untuk periode awal 90 hari. Namun, sentimen memburuk dengan cepat karena dua poin utama yang saling bertentangan, monopoli China atas mineral tanah jarang dan aksesnya ke teknologi semikonduktor di AS.

Lutnick mengatakan bahwa pembatasan China atas ekspor mineral tanah jarang dan magnet, menjadi salah satu bagian fundamental dari perjanjian kerangka kerja.

"Juga, ada sejumlah tindakan yang dilakukan Amerika Serikat ketika mineral tanah jarang tersebut tidak didapatkan. Anda harus mengharapkannya seperti yang dikatakan Presiden Trump, dengan cara yang seimbang,” tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

INTERNASIONAL
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

INTERNASIONAL
Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

INTERNASIONAL
Iran Ancam Balas Serangan AS, Rezaei: Era Kendali Sudah Berakhir

Iran Ancam Balas Serangan AS, Rezaei: Era Kendali Sudah Berakhir

INTERNASIONAL
Penunggak Tunjangan Anak di AS Kini Terancam Pencabutan Paspor

Penunggak Tunjangan Anak di AS Kini Terancam Pencabutan Paspor

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon