Sepakati Tarif Trump, Indonesia Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah
Selasa, 29 Juli 2025 | 07:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan mengurangi impor minyak dan gas dari sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia.
Hal tersebut dilakukan seiring dengan kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Salah poinnya, Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati terkait kerja sama impor energi senilai sekitar US$ 15 miliar.
Kerja sama tersebut mencakup pembelian produk energi seperti liquified petroleum gas (LPG), minyak mentah, dan bahan bakar minyak (BBM).
"Mengurangi (impor) dari negara lain, ya Timur Tengah lah, Timur Tengah dan Asia," kata Bahlil sesuai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/7/2025).
Bahlil menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menyusun kesepakatan harga perdagangan yang kompetitif.
“Itu pasti kita akan lakukan dengan langkah-langkah dengan memperhatikan nilai keekonomian. Harganya harus kompetitif, sekarang kita lagi membuat perangkatnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan impor LPG dari AS sudah dimulai. Nantinya, volume impor akan terus ditingkatkan. Meski demikian, Bahlil tidak merinci berapa angkanya.
"Itu kan kalau LPG sudah terjadi, volumenya aja kita tingkatkan. Nah volume peningkatannya sekarang kita lagi kerjakan. Nanti saya lihat rinciannya (peningkatan volume),” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




