Jogja Marketing Festival 2025 Wadah Sinergi Budaya, Teknologi, dan Inovasi untuk Penguatan Pemasaran Daerah
Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:43 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Memasuki hari kedua Jogja Marketing Festival (JMF) 2025, rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Acara yang menjadi bagian dari Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 ini dibuka dengan tarian pembuka persembahan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo yang merepresentasikan kekayaan budaya Yogyakarta sekaligus menegaskan pentingnya identitas lokal dalam strategi pemasaran daerah.
Sesi pembukaan menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan investasi.
“Kami percaya festival ini menjadi ajang membangun kemitraan strategis, mempromosikan produk unggulan Yogyakarta, dan menginspirasi generasi muda. Dampaknya tidak hanya pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan budaya. Terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi, semoga festival ini menjadi momentum penguatan kerja sama lintas sektor,” ujar Yuna.
BACA JUGA
Pekanbaru Marketing Festival 2025, Memperkuat Daya Saing Riau Lewat Inovasi dan Pemasaran Berdampak
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa, Jogja Marketing Festival 2025 menghadirkan Industry Marketing Champion DIY dan Public Service Awards DIY bagi tokoh serta institusi yang dinilai berhasil memajukan pemasaran daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih membawakan paparan “City Branding: Strategi Daerah untuk Mempromosikan Pariwisata, Perdagangan, dan Investasi”. Endah menekankan bahwa branding kota atau daerah harus mengangkat kekuatan lokal sambil membuka diri terhadap peluang global. Dengan strategi branding yang tepat dan pemanfaatan relasi media yang baik, branding akan memberikan dampak positif.
Dua sesi panel interaktif turut memeriahkan acara. Panel “New Customer Management: Membangun Loyalitas dengan Teknologi Cerdas” menghadirkan Project Officer Diplomat Success Challenge (DSC) & Founder Impala Network Muhammad Pradytio yang menegaskan bahwa AI dapat membantu memahami pelanggan lebih baik, namun tujuan bisnis harus tetap berorientasi pada penjualan yang bertanggung jawab.
Selaras, Founder and Owner Museum Ullen Sentalu Samuel Johny Haryono Wedyodiningrat melengkapi bahwa teknologi penting untuk memperluas jangkauan, tetapi sentuhan personal tetap menjadi kunci dalam menjaga hubungan dengan pengunjung.
Panel diskusi “New Product & Brand Management: Memperkuat Inovasi dan Reputasi dengan AI” menampilkan Branch Manager MSGLOW Aesthetic Clinic Jogja & Bandung Tyar Septa, yang menegaskan bahwa inovasi di industri kecantikan tidak hanya soal tren, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memberikan pengalaman yang relevan dan personal bagi pelanggan. Sementara itu, Digital Business Solution Team Leader BNI Joko Dwi Harsono memaparkan pemanfaatan AI untuk menciptakan inovasi produk sekaligus memperkuat citra merek di tengah persaingan digital yang semakin memanas.
Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan talenta muda dan kolaborasi lintas sektor, Jogja Marketing Festival 2025 menganugerahkan Entrepreneurial Marketing - Campus for Impact 2025 dan Corporate for Impact 2025 kepada universitas, pelaku industri, dan pemerintah yang aktif membangun ekosistem berkelanjutan.
Menjelang penutupan, digelar Content Marketing Competition Awarding, hasil kolaborasi MarkPlus Institute dan ANTAM Logam Mulia. Kompetisi ini menantang peserta memecahkan studi kasus nyata dengan solusi pemasaran kreatif. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis dan diakhiri dengan foto bersama para pemenang dan tamu kehormatan, dengan harapan karya para peserta dapat menjadi inspirasi strategi pemasaran masa depan.
Puncak inspirasi berlanjut melalui sesi “Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran” yang dibawakan oleh Founder & Chair of MCorp Hermawan Kartajaya, mengupas tantangan geopolitik dan persaingan global di tengah pesatnya perkembangan teknologi, serta strategi adaptif yang dapat diambil pelaku usaha.
Hermawan juga menegaskan pentingnya peran dunia bisnis dalam mencapai Sustainable Development Goals pada 2030, sekaligus mengajak pelaku bisnis, pemerintah, dan akademisi bersatu membangun ekosistem yang tangguh. Keberhasilan di era disrupsi, tegasnya, tidak hanya bergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga pada kemauan berkolaborasi lintas sektor demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




