Menteri ESDM Bahlil: Impor Minyak Bikin Devisa Rp 776 Triliun Lenyap
Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia kehilangan devisa hingga Rp 776 triliun per tahun akibat impor minyak mentah dan bahan bakar.
Hal ini disampaikan Bahlil dalam perhelatan Investor Daily Summit (IDS) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (9/10/2025).
Menurut Bahlil, produksi minyak dalam negeri saat ini hanya sekitar 212 juta barel per tahun, sedangkan kebutuhan nasional jauh lebih tinggi, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 900.000 hingga 1 juta barel per hari.
“Dari situ, devisa kita hilang kurang lebih Rp 776 triliun setiap tahun. Jadi uang kita keluar untuk membeli BBM cukup besar,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Tujuannya agar kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada impor.
“Pemerintah Prabowo ingin agar seluruh kebutuhan energi dalam negeri bisa dipenuhi sendiri, sehingga uang kita tidak perlu keluar negeri. Ini juga akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai strategi pemerintah dalam meningkatkan lifting minyak nasional.
Bahlil pun mengungkap beberapa upaya yang dilakukan, yakni mengusung teknologi di site pengeboran sumur, meningkatkan wilayah kerja, dan dorong kerja sama pengelolaan sumur dengan swasta dengan lelang, hingga penggunaan biodiesel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




