Purbaya Sebut SLIK OJK Bukan Masalah Utama KPR MBR
Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana penghapusan kredit macet di bawah Rp 1 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Menurut Purbaya, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) merevisi data calon penerima yang sebelumnya disebut terganjal catatan utang kecil di bawah Rp 1 juta. Dari yang awalnya mencapai 110.000 orang, kini jumlahnya hanya sekitar 3.000 orang.
Purbaya menjelaskan, sebagian besar calon debitur justru memiliki utang di atas Rp 1 juta. Artinya, jumlah penerima yang benar-benar terhambat karena utang kecil sangat sedikit.
Hal itu disampaikan Purbaya seusai bertemu dengan pihak BP Tapera di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (21/10/2025). Pertemuan tersebut membahas temuan awal soal 110.000 calon debitur KPR yang terganjal utang kecil.
“Setelah diperiksa, enggak sebanyak itu, enggak ada 110.000 orang. Mungkin hanya 3.000, dan itu pun enggak di bawah Rp 1 juta, lebih sedikit lagi. Jadi saya pikir, saya simpulkan dari 110.000 itu paling yang bisa masuk 100 saja,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya berencana mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menghapus kredit macet kecil dari daftar sistem layanan informasi keuangan (SLIK) agar memudahkan akses pembiayaan perumahan. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan minat terhadap program perumahan BP Tapera.
“Jadi sepertinya penghapusan namanya dari SLIK tidak akan memecahkan masalah demand untuk perumahan yang dibuat BP Tapera sama Pak Ara (Menteri PKP),” ujarnya.
Purbaya juga menyoroti permasalahan calon penerima KPR bukan hanya soal SLIK, tetapi juga faktor lain yang memengaruhi proses pengajuan pembiayaan.
“Nanti ketua BP Tapera akan diskusi lagi dengan pengembang, serta akan menyusun kembali potensi-potensi permintaan perumahan MBR yang masih belum bisa dilayani pada saat ini,” ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




