ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Danantara Belum Ajukan Restrukturisasi Utang Whoosh 60 Tahun

Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:55 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan skema pembiayaan utang selama 60 tahun kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) belum final.

Ia mengatakan bahwa negosiasi restrukturisasi utang Whoosh masih berlanjut. Tim negosiasi pemerintah termasuk Danantara akan berangkat ke China untuk menuntaskan dan memperjelas utang tersebut.

“Ini menjadi poin negosiasi kita berkaitan dengan jangka waktu pinjaman dan suku bunga pinjaman. Kemudian juga ada beberapa mata uang yang akan kita diskusikan dengan mereka (China),” ujar Dony saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (23/10/2025).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia dan China telah sepakat untuk merestrukturisasi utang Whoosh. Dalam restrukturisasi ini akan memperpanjang masa pembayaran utang hingga 60 tahun.

Di luar itu, Dony Oskaria mengakui saat ini memang masih terjadi polemik soal tanggung jawab utang Whoosh. Namun, menurutnya, baik pemerintah maupun Danantara tengah mengkaji berbagai alternatif penyelesaian.

Ia menegaskan, meski pemerintah terlibat dalam tim negosiasi restrukturisasi utang dengan China, belum ada keputusan akhir mengenai keterlibatan APBN dalam pelunasan utang Whoosh. APBN hanyalah salah satu opsi.

Ia berujar, penyelesaian utang juga harus dilihat dari dampak dan manfaat yang dihasilkan. Danantara, kata Dony, memastikan layanan Whoosh akan terus ditingkatkan.

Selain itu, ia menambahkan, masalah utang hanya menyangkut pembiayaan pembangunan awal. Secara operasional, KCIC diklaim sudah membukukan kinerja operasional yang positif, ditunjukkan dari capaian EBITDA yang juga positif.

Untuk diketahui, awalnya utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) berasal dari China Development Bank (CDB) dengan tenor sekitar 40 tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Danantara Pertimbangkan Terbitkan Obligasi hingga Tenor 30 Tahun

Danantara Pertimbangkan Terbitkan Obligasi hingga Tenor 30 Tahun

EKONOMI
Investor AS Dominasi Surat Utang Danantara

Investor AS Dominasi Surat Utang Danantara

EKONOMI
Yield Obligasi Danantara di Bawah 6 Persen, Rosan: Di Luar Ekspektasi

Yield Obligasi Danantara di Bawah 6 Persen, Rosan: Di Luar Ekspektasi

EKONOMI
Rosan Siapkan Sejumlah Program Strategis Perkuat Investasi 2027

Rosan Siapkan Sejumlah Program Strategis Perkuat Investasi 2027

EKONOMI
Obligasi Danantara Catat Peak Orderbook Tiga Kali Lipat

Obligasi Danantara Catat Peak Orderbook Tiga Kali Lipat

EKONOMI
Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

Perampingan BUMN Hemat Rp 50 Triliun Per Tahun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon