ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

INDEF Dukung Purbaya Berantas Tuntas Mafia Impor Ilegal Pakaian Bekas

Sabtu, 1 November 2025 | 18:40 WIB
AS
RA
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: RP
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah gencar memberantas praktik impor ilegal pakaian bekas yang semakin marak.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah gencar memberantas praktik impor ilegal pakaian bekas yang semakin marak. (Beritasatu.com/Roy Triono)

Jakarta, Beritasatu.com- Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mendukung langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberantas praktik impor ilegal pakaian bekas yang semakin marak.

Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai, langkah tegas Purbaya perlu disertai dengan penegakan hukum yang menyeluruh terhadap jaringan mafia impor, termasuk menelusuri aktor-aktor di baliknya.

“Kalau mau tuntas, pemerintah harus tracking jejak aktornya. Siapa importirnya, tinggal diikuti saja alurnya,” ujar Esther dalam tayangan program Investor Market Today, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

Esther tak menampik, di lapangan praktik impor ilegal baju bekas memang sulit diberantas karena melibatkan banyak pihak dan memiliki jaringan lintas negara. Ia menyebut, selain ada kerja sama dengan importir luar negeri, kemungkinan besar terdapat oknum di dalam negeri yang turut andil meloloskan barang-barang tersebut.

“Selain kerja sama dengan importir dari luar negeri, pastinya ada oknum-oknum di pemerintahan, dalam hal ini bea cukai atau pelabuhan yang bisa meloloskan impor-impor ilegal ini,” tegasnya.

Menurutnya, maraknya impor pakaian bekas juga disebabkan lemahnya pengawasan di pelabuhan serta adanya celah dalam regulasi. Esther mengatakan, jika selama pengawasan di pintu masuk barang belum diperkuat maka upaya penindakan tidak akan efektif.

“Kalau langkahnya sudah efektif, tentu tidak akan ada impor baju bekas lagi. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan di pelabuhan dan menelusuri jejak aktor di balik praktik ilegal ini,” katanya.

Kini, sebagai langkah konkret penguatan pengawasan domestik jauh lebih penting daripada sekadar menyalahkan negara asal pakaian bekas tersebut.

“Menurut saya, yang harus diperkuat adalah pengawasan di dalam negeri, karena peluang impor baju bekas ini terbesar justru di Indonesia,” tandas Esther.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya: Bayar Pajak Tak Ubah Status Barang Bekas Ilegal

Purbaya: Bayar Pajak Tak Ubah Status Barang Bekas Ilegal

EKONOMI
Asosiasi E-Commerce Dukung Purbaya Tertibkan Impor Baju Bekas Ilegal

Asosiasi E-Commerce Dukung Purbaya Tertibkan Impor Baju Bekas Ilegal

EKONOMI
Obat Ampuh Menkeu Purbaya Sembuhkan Industri Tekstil di Indonesia

Obat Ampuh Menkeu Purbaya Sembuhkan Industri Tekstil di Indonesia

EKONOMI
Menkeu Purbaya Tak Gentar meski Ramai Dimarahi Pedagang Pakaian Bekas

Menkeu Purbaya Tak Gentar meski Ramai Dimarahi Pedagang Pakaian Bekas

EKONOMI
INDEF: Tren Thrifting Gerus 15% Pasar Produsen Tekstil Dalam Negeri

INDEF: Tren Thrifting Gerus 15% Pasar Produsen Tekstil Dalam Negeri

EKONOMI
Kadin Dukung Langkah Purbaya Tindak Tegas Impor Ilegal Pakaian Bekas

Kadin Dukung Langkah Purbaya Tindak Tegas Impor Ilegal Pakaian Bekas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon