Pelaku Usaha Thrifting Bantah Rugikan UMKM, Soroti Impor Murah
Minggu, 9 November 2025 | 14:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pelaku usaha thrifting (barang bekas) buka suara terkait polemik bisnis impor pakaian bekas yang tengah menjadi buah bibir belakangan ini. Salah satu pelaku usaha thrifting Alvin Jovendri dari J Store mengatakan, sebenarnya aktivitas thrifting sudah menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang mendukung prinsip go green.
Menurutnya, banyak pelaku usaha thrifting lokal yang tidak bergantung pada impor pakaian bekas, melainkan menjual kembali pakaian dari teman atau komunitas dalam negeri.
“Thrifting itu bukan pembunuh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Justru barang-barang impor murah dari luar yang membunuh konveksi lokal,” tegas Alvin saat ditemui pada gelaran USS 2025 di JICC Senayan, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Ia menjelaskan, model bisnis thrifting lokal seperti yang ia jalankan justru membantu perputaran ekonomi kreatif dan membuka peluang bagi masyarakat dengan modal terbatas.
Banyak pelaku usah kecil yang menjual pakaian bekas berkualitas dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per potong, tanpa harus mengimpor barang.
“Kami beli dari teman yang sudah bosan sama bajunya, lalu dijual lagi. Tetapi, sayangnya pemerintah menyamaratakan semua, padahal ada perbedaan antara impor ilegal dan thrifting lokal,” jelasnya.
Alvin berharap pemerintah tidak serta-merta melarang seluruh aktivitas thrifting, melainkan membuat aturan yang membedakan antara praktik impor ilegal dan praktik jual beli pakaian bekas domestik. Ia juga mengaku siap jika pemerintah ingin mengenakan pajak atau regulasi khusus, sepanjang tetap memberi ruang bagi pelaku kecil untuk bertahan.
“Kalau yang ilegal tentu kita setuju untuk dihilangkan. Tetapi, dicarikan solusi supaya bisa legal, biar teman-teman enggak kehilangan mata pencaharian,” tutup Alvin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




