ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengadaan Base Fuel Shell dan Vivo, Bahlil Bilang Begini

Jumat, 21 November 2025 | 11:43 WIB
CS
MK
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: MBK
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Pertamina terus menjalin komunikasi dengan badan usaha pengelola SPBU swasta terkait finalisasi kerja sama pengadaan bahan bakar minyak (BBM) atau base fuel.

Hal itu sebagai respons mengenai rencana pembelian base fuel dari kedua perusahaan tersebut, mengingat kerja sama yang telah berjalan sebelumnya baru melibatkan BP‑AKR.

Bahlil menjelaskan, pihaknya telah mengikuti rapat bersama Pertamina untuk finalisasi kerja sama pengadaan base fuel dengan Shell dan Vivo. Ia menegaskan kerja sama tersebut sepenuhnya dilakukan melalui skema business to business (B2B).

ADVERTISEMENT

Pemerintah pun akan memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menjajaki kolaborasi, selama dilakukan secara sehat dan sesuai aturan yang berlaku.

"Silakan saja secara B2B dikolaborasikan dengan baik," ungkap Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman di tengah pembahasan kerja sama tersebut. Menurutnya, cadangan BBM saat ini masih memenuhi batas aman.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun beberapa pelaku usaha swasta belum menjalankan penjualan BBM secara penuh.

"Sampai dengan hari ini stok BBM kita aman, cadangan kita di angka 18 hari. Minimalnya itu kan 18 hari sampai dengan 19 hari dan clear," jelas Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa sejumlah SPBU swasta kini tengah melakukan negosiasi lanjutan dengan Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor hilir minyak dan gas.

Langkah negosiasi ini muncul setelah beberapa SPBU swasta seperti Vivo, Shell, dan BP‑AKR dilaporkan mengalami kekosongan stok BBM akibat lonjakan permintaan sejak pertengahan tahun.

Sebagai solusi, Kementerian ESDM mendorong seluruh badan usaha non-BUMN untuk menjalin kerja sama pengadaan BBM dengan Pertamina agar pasokan di pasar tetap terjaga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Patra Logistik Salurkan hingga 2,5 Juta Liter BBM per Hari untuk Dukung Kebutuhan Energi Malang Raya

Patra Logistik Salurkan hingga 2,5 Juta Liter BBM per Hari untuk Dukung Kebutuhan Energi Malang Raya

EKONOMI
Mahasiswa Gaungkan 11+9 Tuntutan, Soroti BBM hingga Menteri

Mahasiswa Gaungkan 11+9 Tuntutan, Soroti BBM hingga Menteri

MULTIMEDIA
Intip Harga RON 95 di ASEAN: Indonesia Terendah, Singapura Selangit

Intip Harga RON 95 di ASEAN: Indonesia Terendah, Singapura Selangit

MULTIMEDIA
Siap-Siap! Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax Intai Kantong Warga

Siap-Siap! Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax Intai Kantong Warga

MULTIMEDIA
Transportasi Umum Dinilai Lebih Tepat daripada Subsidi BBM

Transportasi Umum Dinilai Lebih Tepat daripada Subsidi BBM

EKONOMI
Pengamat Usul Subsidi BBM Dialihkan ke Transportasi Publik

Pengamat Usul Subsidi BBM Dialihkan ke Transportasi Publik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon