Pulihkan Listrik Desa Terdampak Banjir Aceh, Bahlil Kirim 1.000 Genset
Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah bergerak cepat memulihkan akses listrik bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh. Sebanyak 1.000 unit generator set (genset) dikirim ke 224 desa yang tersebar di sekitar 10 kabupaten, terutama wilayah dengan infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.
Bahlil menjelaskan, desa-desa tersebut mayoritas berada di kabupaten dengan kondisi infrastruktur yang masih dalam tahap perbaikan, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Hingga saat ini, tercatat sekitar 35.000 rumah tangga di wilayah terdampak belum teraliri listrik.
“Data desa dan rumah tangga yang belum teraliri listrik itu PLN yang paling tahu. Karena itu kami langsung berkoordinasi dengan PLN agar penanganannya tepat sasaran,” ujar Bahlil kepada wartawan, Sabtu (27/12/2025).
Pengiriman genset ini merupakan tahap pertama atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretariat Kabinet, dengan tujuan mengoptimalkan seluruh kekuatan negara dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Genset yang dikirim memiliki kapasitas rata-rata 5 hingga 7 kVA, yang diprioritaskan untuk mengaliri listrik ke rumah-rumah penduduk serta tenda-tenda pengungsian.
“Ini tahap pertama. Begitu selesai dan kami evaluasi di lapangan, kalau masih kurang, tahap berikutnya akan kami tambah lagi. Selama infrastruktur darat dan jaringan listrik belum pulih, genset akan menjadi solusi sementara,” tegasnya.
Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu memikirkan pasokan bahan bakar genset. Kementerian ESDM telah membentuk tim terpadu bersama Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketersediaan BBM bagi genset yang dioperasikan di lokasi terdampak.
“Untuk BBM-nya, sudah kami siapkan tim terpadu dengan Patra Niaga. Jadi saudara-saudara kita yang terkena musibah tidak perlu membeli BBM sendiri,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, satu unit genset berkapasitas 5 kVA dapat mengaliri sekitar lima hingga tujuh rumah untuk kebutuhan dasar seperti penerangan, pengisian daya, dan air. Sementara genset berkapasitas 7 kVA mampu melayani hingga sekitar 10 rumah.
Distribusi genset dilakukan secara langsung ke desa-desa terdampak tanpa prosedur birokrasi yang berbelit. PLN berperan menentukan titik penempatan genset berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan warga.
“Kami tidak mau birokrasi panjang. Begitu sampai, langsung turun ke desa-desa. Lokasinya semua di Aceh, di 224 desa yang tersebar di 10 kabupaten,” ujarnya.
Selain genset, pemerintah juga menyalurkan bantuan pendukung lainnya. Sebanyak 3.000 kompor gas disalurkan melalui pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan warga di pengungsian. Pengiriman logistik genset turut melibatkan dukungan angkutan udara dengan lima pesawat Hercules, masing-masing membawa sekitar 200 unit genset.
“Yang terpenting sekarang rakyat dahulu. Soal anggaran nanti kita hitung bersama. Negara harus hadir cepat untuk masyarakat yang sedang terkena musibah,” pungkas Bahlil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




