ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pupuk Indonesia Siap Gelontorkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi Tahun Ini

Kamis, 1 Januari 2026 | 19:55 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pemerintah menjamin stok pupuk subsidi tahun 2026 sebesar 9,5 juta ton siap ditebus petani mulai 1 Januari guna memperkuat swasembada pangan nasional.
Pemerintah menjamin stok pupuk subsidi tahun 2026 sebesar 9,5 juta ton siap ditebus petani mulai 1 Januari guna memperkuat swasembada pangan nasional. (DOK)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan distribusi pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton.

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Robby Setiabudi Madjid menyatakan bahwa kepastian kontrak ini menjadi modal penting untuk menjaga ritme distribusi nasional.

"Kepastian ini menjadi modal penting dalam menjaga ritme distribusi nasional," kata Robby seperti dilansir dari Antara.

Kesepakatan senilai Rp 46,87 triliun itu menjadi dasar hukum bagi perusahaan untuk mulai menyalurkan pupuk tepat pada 1 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

Langkah cepat ini memungkinkan petani dan pembudidaya ikan yang terdaftar bisa menebus pupuk di titik serah sesuai harga eceran tertinggi (HET) sejak hari pertama tahun baru, sekaligus memastikan ketersediaan sarana produksi di tingkat lapangan.

Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang terkadang terkendala proses administratif di akhir tahun, kepastian kontrak kali ini memungkinkan pengujian sistem distribusi dilakukan lebih awal.

Dengan persiapan matang, sistem penebusan dipastikan beroperasi mulai pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2026.

Perusahaan juga telah menyiapkan stok di seluruh Indonesia sesuai ketentuan safety stock pemerintah untuk mencegah kelangkaan di awal musim tanam. Pengamanan stok dilakukan lebih masif dibandingkan periode sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan awal tahun.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah juga mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan sebesar 295.676 ton. Kebijakan ini mengakhiri masa absen selama empat tahun bagi pembudidaya ikan yang sebelumnya tidak mendapatkan subsidi.

Masuknya kembali sektor perikanan diharapkan meringankan biaya produksi pembudidaya yang sebelumnya menanggung biaya input tinggi. Hal ini menjadi angin segar bagi pemulihan produktivitas sektor perikanan budidaya nasional.

Sementara itu, alokasi pupuk untuk sektor pertanian ditetapkan sebesar 9,55 juta ton, jumlah yang sama dengan volume pada 2025. Konsistensi ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga stabilitas produktivitas pangan nasional di tengah tantangan global.

Rincian alokasi mencakup 4,42 juta ton Urea dan 4,47 juta ton NPK, serta dukungan untuk komoditas khusus seperti NPK Kakao, ZA, dan pupuk organik. Seluruh pembagian mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian yang ditetapkan pada Desember 2025.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perang AS-Iran: Pupuk Indonesia Jadi Primadona Diincar Banyak Negara

Perang AS-Iran: Pupuk Indonesia Jadi Primadona Diincar Banyak Negara

NASIONAL
Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk RI Imbas Konflik Iran

Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk RI Imbas Konflik Iran

NASIONAL
Ekspor Pupuk Urea Indonesia ke Australia Tembus Rp 7 Triliun

Ekspor Pupuk Urea Indonesia ke Australia Tembus Rp 7 Triliun

EKONOMI
Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian untuk RI

Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian untuk RI

INTERNASIONAL
Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur

Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon