ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia-China Teken 16 Proyek Industri, Investasi Rp 36,4 Triliun

Senin, 12 Januari 2026 | 15:15 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu perwakilan Pemerintah China untuk teken 16 proyek.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu perwakilan Pemerintah China untuk teken 16 proyek. (Kemendag/Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan China menyepakati 16 proposal proyek baru dengan nilai investasi mencapai US$ 2,19 miliar atau setara Rp 36,4 triliun. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri logam dasar, pengolahan makanan laut, hingga pengembangan teknologi drone, baterai, dan artificial intelligence (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama industri kedua negara melalui skema two parks twin countries (TCTP).

“Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan AI,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

Airlangga menegaskan, kemitraan Indonesia-China memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mengingat ukuran pasar dan kekuatan ekonomi kedua negara.

“Ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” katanya.

Kesepakatan 16 proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman TCTP yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri China Li Qiang, serta ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao pada Mei 2025.

Skema ini dirancang untuk mendorong hilirisasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok Indonesia-China.

Ke depan Airlangga menyatakan pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas pada sektor bernilai tambah tinggi.

“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” pungkas Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon