RDMP Balikpapan Hasilkan BBM Ramah Lingkungan
Senin, 12 Januari 2026 | 22:48 WIB
Balikpapan, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dirancang untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Simon menjelaskan, kualitas BBM yang dihasilkan RDMP Balikpapan mengalami peningkatan signifikan. Kilang yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), kini mampu memproduksi BBM dengan standar setara Euro V, meningkat dari sebelumnya Euro II. Peningkatan kualitas ini berdampak langsung pada penurunan emisi gas buang.
“Dengan kualitas (BBM) yang lebih baik, standar Euro V yang tentunya lebih ramah lingkungan dengan emisi yang berkurang,” ujar Simon dalam acara seremoni peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek energi terbesar yang pernah dijalankan Pertamina. Nilai investasinya mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun. Kilang ini memproduksi beragam jenis BBM, mulai dari solar, gasoline, avtur, hingga LPG.
Menurut Simon, RDMP Balikpapan tidak sekadar proyek modernisasi kilang, tetapi merupakan pengembangan kilang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Proyek ini menjadi tonggak penting transformasi sektor energi nasional.
Integrasi hulu-hilir diwujudkan melalui pembangunan pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer. Pipa ini berfungsi sebagai jalur utama pasokan bahan baku ke kilang dan menjadi fondasi optimalisasi pengolahan minyak mentah di Balikpapan.
Ia juga menyoroti peran penting unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) sebagai inti dari RDMP Balikpapan. Teknologi ini memungkinkan residu minyak yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga meningkatkan efisiensi kilang dan kualitas BBM yang dihasilkan.
Modernisasi tersebut turut mendorong peningkatan kapasitas produksi kilang Balikpapan dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.
Selain produksi, RDMP Balikpapan terhubung dengan penguatan infrastruktur distribusi energi. Proyek ini terintegrasi dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas sekitar 125.000 kiloliter, yang mendukung kelancaran distribusi BBM, khususnya ke wilayah Indonesia bagian timur.
Pertamina juga membangun terminal tangki baru di kawasan Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan tambahan kapasitas dua juta barel. Dua tangki baru tersebut masing-masing berkapasitas satu juta barel, sehingga total kapasitas penampungan minyak mentah di Lawe-Lawe kini mencapai sekitar 7,6 juta barel.
“Kita dapat menunjukkan bahwa kita dapat berdiri di atas kaki kita sendiri, kita dapat menentukan nasib kita, serta kita dapat menuju swasembada energi,” tegas Simon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




