Prabowo Ungkap Langkah Pemerintah Benahi Pendidikan Indonesia di WEF
Kamis, 22 Januari 2026 | 23:24 WIB
Davos, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah mendorong perbaikan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang dimulai sejak jenjang pendidikan dasar.
Berbicara dalam World Economic Forum (WEF), Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa modal manusia menentukan pertumbuhan dan imbal hasil jangka panjang suatu negara.
“Pembangunan manusia, sumber daya manusia, adalah kunci bagi sebuah bangsa yang maju dan berhasil. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal,” tutur Prabowo di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
“Tidak ada negara yang dapat berharap untuk stabil dan sejahtera jika rakyatnya buta huruf, jika rakyatnya tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah serta melengkapi 288.000 sekolah dengan masing-masing satu panel datar interaktif berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.
“Tahun depan, 2026, kami akan menambahkan satu juta panel pintar interaktif lagi, sehingga setiap sekolah akan memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat tersebut,” jelasnya.
Ia menargetkan, dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki sedikitnya enam ruang kelas yang dilengkapi panel digital interaktif.
“Artinya, saya dapat sewaktu-waktu masuk ke sekolah mana pun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru,” ujar Prabowo.
Selain digitalisasi, pemerintah juga menargetkan renovasi dan modernisasi 60.000 sekolah pada tahun ini. Pemerintah juga membangun 160 sekolah berasrama bagi masyarakat yang sangat miskin.
“Ini mungkin sesuatu yang unik, karena biasanya anak-anak dari kalangan atas, dari keluarga kaya, yang bersekolah di sekolah berasrama. Namun kini saya membangun sekolah berasrama untuk masyarakat yang sangat miskin,” papar Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




