Pidato di WEF, Prabowo Ungkap Mimpinya Putus Rantai Kemiskinan
Kamis, 22 Januari 2026 | 23:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
"Ini mungkin sesuatu yang unik, karena biasanya anak-anak dari kalangan atas, anak-anak dari keluarga kaya, yang bersekolah di sekolah berasrama. Namun kini saya membangun sekolah berasrama untuk masyarakat yang sangat miskin," papar Prabowo.
Prabowo menilai kemiskinan kerap berlangsung secara turun-temurun antargenerasi. Karena itu, negara harus hadir memberikan akses pendidikan yang setara agar anak-anak dari kelompok rentan memiliki peluang masa depan yang lebih baik.
Ia mengungkapkan, pemerintah telah membangun 160 sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga termiskin dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 500 sekolah.
“Tujuan kami adalah memutus rantai kemiskinan. Selama ini, anak petani miskin cenderung tetap menjadi petani miskin, anak pemulung menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran kemiskinan tersebut,” ujar Prabowo.
Melalui program sekolah berasrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari kelompok paling rentan memperoleh pendidikan berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan yang sama untuk meningkatkan mobilitas sosial.
Selain pembangunan sekolah berasrama, Prabowo juga menyampaikan rencana renovasi 60.000 sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu modern sebagai bagian dari agenda transformasi pendidikan nasional.
Langkah tersebut diyakini akan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat mobilitas sosial masyarakat. Dia menambahkan, kebijakan pendidikan tersebut selaras dengan program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat yang tengah dijalankan pemerintah.
Prabowo menyebutkan, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini berada pada level terendah sepanjang sejarah. Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan sosial pemerintah diarahkan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan guna menekan beban biaya kesehatan jangka panjang.
"Saya bertekad untuk memutus lingkaran itu. Saya bertekad bahwa anak dari keluarga termiskin tidak boleh tetap miskin. Mereka harus diberikan kesempatan yang setara," tutur dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




