Prabowo Tekankan Perdamaian Kunci Masa Depan Ekonomi Dunia di WEF 2026
Jumat, 23 Januari 2026 | 10:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar pada Kamis (22/1/2026) di Davos, Swiss.
Pada forum global tersebut, Prabowo menekankan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi penuh ketidakpastian sehingga perdamaian dan stabilitas menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi global.
Ia menegaskan bahwa perjalanan sejarah umat manusia menunjukkan betapa krusialnya perdamaian dan stabilitas sebagai aset paling berharga. Tanpa kedua hal tersebut, kemakmuran yang berkelanjutan tidak mungkin terwujud.
“Sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama untuk pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” tegas Prabowo.
Di hadapan para pemimpin negara, pelaku usaha global, dan pengambil kebijakan internasional, Prabowo juga memaparkan capaian perekonomian Indonesia di tengah tekanan global. Kepala Negara mengutip penilaian International Monetary Fund (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang pertumbuhan ekonomi dunia.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang’,” ungkap Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa meskipun dunia menghadapi pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten. Stabilitas makroekonomi nasional juga dinilai tetap terjaga, termasuk inflasi dan defisit anggaran.
“Inflasi kita tetap berada di kisaran 2%. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3% dari PDB kita,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pengakuan internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia bukan sekadar optimisme, melainkan didukung oleh kebijakan yang terukur dan konsisten.
“Mereka menyadari bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan-kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian yang dinikmati Indonesia selama ini merupakan hasil pilihan kebijakan yang berkesinambungan, bukan kebetulan semata. Indonesia, kata Prabowo, secara konsisten menempuh jalan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas negara, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pemenuhan kewajiban internasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam memenuhi kewajiban utangnya, tanpa terpengaruh pergantian pemerintahan.
“Sepanjang sejarah Indonesia, kita tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak sekali pun,” tegas Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




