Dikritik Soal Independensi BI, Thomas Djiwandono Jawab dengan Kinerja
Kamis, 29 Januari 2026 | 09:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono merespons berbagai kritik publik terkait independensi bank sentral yang dialamatkan kepadanya. Kritik tersebut muncul seiring latar belakang politik serta hubungan keluarganya sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Thomas menilai seluruh cibiran dan persepsi negatif tersebut sebagai hal yang wajar dan bagian dari dinamika ruang publik. Selain itu juga anggapan posisinya berpotensi mengganggu independensi Bank Indonesia.
“Semua pertanyaan atau persepsi negatif, termasuk anggapan independensi BI bisa dipertaruhkan, saya anggap sebagai opini yang sah-sah saja,” ujar Thomas kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, Thomas menegaskan tidak akan menjawab kritik tersebut hanya melalui pernyataan. Ia memilih membuktikannya lewat kerja nyata setelah resmi menjalankan tugas di Bank Indonesia.
“Saya hanya bisa menjawabnya nanti saat saya bekerja. Apa pun yang saya katakan sekarang pasti dianggap belum apa-apa. Jadi saya harus membuktikannya ketika sudah bekerja,” katanya.
Thomas yang saat ini masih menjabat sebagai wakil menteri keuangan (wamenkeu) tidak menampik latar belakang politik dan kedekatan keluarganya dengan presiden. Namun ia menegaskan, faktor tersebut tidak menghapus rekam jejak profesional yang telah dibangunnya.
“Saya punya latar belakang politik dan kedekatan keluarga itu fakta. Namun, saya juga punya rekam profesionalisme, dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya sudah bekerja,” tegasnya.
Terkait anggapan adanya konsolidasi kekuasaan dengan masuknya dirinya ke bank sentral, Thomas kembali menilai hal itu sebagai persepsi publik yang sudah terbentuk.
“Itu kan persepsi yang sudah terbangun. Saya membaca beberapa pemberitaan dan memang ada persepsi seperti itu. Saya pahami saja sebagai persepsi,” ujarnya.
Ia juga mengakui tekanan publik akan selalu menyertai posisinya. Namun, Thomas memilih tetap fokus menjalankan tugas tanpa larut dalam tekanan tersebut.
“Pressure itu ada setiap hari. Cara saya bekerja adalah fokus pada hari ini, fokus pada tugas apa yang harus diselesaikan. Pressure itu ada, tetapi kita hadapi saja,” katanya.
Soal nilai tambah yang dapat ia bawa sebagai deputi gubernur BI, Thomas menyebut pengalamannya di Kementerian Keuangan sebagai modal utama. Ia pernah terlibat dalam tim transisi ekonomi yang membantu perancangan anggaran pada era Presiden Joko Widodo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Selain itu, pengalaman kerja lintas kementerian dan lembaga juga menjadi bekal penting yang ingin ia terapkan di BI. “Kalau yang mengenal saya, saya sering bekerja secara horizontal antarkementerian dan lembaga. BI tentu berbeda karena merupakan lembaga independen, tetapi pengalaman itu yang saya rasa bisa saya bawa,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




