ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Akademisi hingga Peneliti Diajak Perkuat Kemandirian Pangan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:15 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Sebanyak 1.620 inovator yang berasal dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri mengikuti ajang FertInnovation Challenge 2025.
Sebanyak 1.620 inovator yang berasal dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri mengikuti ajang FertInnovation Challenge 2025. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pupuk Indonesia mengajak kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri untuk memperkuat ekosistem inovasi pertanian dan mendukung kemandirian pangan nasional.

Upaya itu dilakukan Pupuk Indonesia lewat ajang FertInnovation Challenge 2025 yang diikuti 1.620 inovator.

“FertInovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen strategis perusahaan dalam membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian serta industri pupuk nasional,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

ADVERTISEMENT

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Platform ini dirancang sebagai wadah open innovation untuk menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan sektor pertanian.

Mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”, kompetisi ini menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai disiplin ilmu dan institusi.

FertInnovation Challenge 2025 menghadirkan empat kategori utama yang mencakup inovasi dari hulu hingga hilir, yaitu precision agriculture and digital farming, climate resilience and sustainable fertilizer, AI-driven agri supply chain, dan process and plant engineering.

“Ajang ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat ketahanan distribusi pupuk, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” jelas Jamsaton.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perang AS-Iran: Pupuk Indonesia Jadi Primadona Diincar Banyak Negara

Perang AS-Iran: Pupuk Indonesia Jadi Primadona Diincar Banyak Negara

NASIONAL
Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk RI Imbas Konflik Iran

Prabowo: Banyak Negara Minta Pupuk RI Imbas Konflik Iran

NASIONAL
Ekspor Pupuk Urea Indonesia ke Australia Tembus Rp 7 Triliun

Ekspor Pupuk Urea Indonesia ke Australia Tembus Rp 7 Triliun

EKONOMI
Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian untuk RI

Belarus Tawarkan Pupuk dan Teknologi Pertanian untuk RI

INTERNASIONAL
Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur

Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon