Tekan Kenaikan Harga, Fasilitasi Distribusi Pangan Dioptimalkan
Senin, 16 Februari 2026 | 18:05 WIB
Di sisi lain, Eliza menambahkan tekanan inflasi pangan saat Ramadan juga dipengaruhi faktor psikologis. Sebagian pelaku pasar telah memprediksi adanya kenaikan permintaan sehingga melakukan penahanan stok. Fenomena ini dinilai terus berulang karena kurangnya transparansi data, lemahnya koordinasi distribusi, serta penegakan hukum yang belum optimal.
“Jadi perlu penindakan tegas terhadap pelaku pasar yang memanfaatkan momentum agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.
Eliza mengingatkan, kenaikan harga pangan berpotensi menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang sebagian besar pendapatannya dialokasikan untuk kebutuhan pangan.
Atas dasar itu, Core Indonesia mendorong pemerintah mengintensifkan operasi pasar, memperkuat sistem informasi harga, serta melakukan perhitungan atau proyeksi (forecasting) permintaan menjelang Ramadan. Tanpa pembenahan pada sisi produksi, distribusi, dan sistem informasi pangan, kenaikan harga menjelang Ramadan diperkirakan akan terus menjadi siklus tahunan.
“Ini bukan hanya soal penimbunan, tetapi juga struktur pasar yang cenderung oligopolistik dan infrastruktur yang belum memadai. Jadi persoalannya bersifat sistemik,” pungkas Eliza.

Sidak 3 Pasar
Untuk merespons kenaikan harga pangan, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan pada Senin (16/2/2026) melakukan inspeksi di tiga pasar utama Jakarta, yakni Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Tradisional Kramat Jati, Jakarta Timur, serta Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sidak ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Imlek dan Ramadan.
Berdasarkan hasil pemantauan, pasokan sejumlah komoditas strategis dalam kondisi cukup dan aman. Bawang merah tercatat Rp 35.000 per kilogram (kg), berada dalam kisaran harga acuan pemerintah (HAP). Harga daging sapi terpantau pada kisaran Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kilogram juga masih dalam rentang HAP. Sementara itu, untuk beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), harga tercatat Rp 12.500 per kg sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Secara prinsip yang harus kita pastikan adalah pasokan relatif bagus. Di Pasar Kramat Jati, pasokan cabai, bawang putih, dan bawang merah relatif bagus karena suplai harian masih ada,” ucap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




