Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan Saat Ramadan
Rabu, 18 Februari 2026 | 13:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang dan saat bulan suci Ramadan 2026. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) terus diperkuat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga bahan pokok.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah secara konsisten memantau perkembangan harga di berbagai pasar di seluruh Indonesia. Pengawasan dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui sistem digital, yakni Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Pemerintah baik antar K/L terus melakukan monitor harga di beberapa pasar. Termasuk juga memastikan pasokannya berjalan dengan baik menjelang bulan Ramadan ini,” ungkap mendag yang akrab disapa Busan di kantor Kemendag, Jakarta, (18/2/2026).
Berdasarkan data SP2KP, rata-rata harga pangan nasional masih dalam kondisi terkendali. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas di wilayah tertentu, secara umum harga masih relatif stabil dan dalam batas wajar.
Salah satu contoh adalah harga Minyakita yang kini berada di kisaran Rp 16.020 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya yang mencapai Rp 16.800 per liter.
Penurunan harga Minyakita tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Aturan tersebut mewajibkan 35% pasokan dari BUMN pangan disalurkan langsung ke konsumen, sehingga membantu menjaga pasokan dan menekan harga di pasar.
Selain pemantauan fisik dan digital, Kementerian Perdagangan juga telah mengumpulkan para pemasok komoditas pangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap mencukupi selama Ramadan.
Mendag Busan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan BUMN pangan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan saat Ramadan.
“Kemarin kami juga sudah kumpulkan para pemasok. Nanti dalam waktu dekat juga kita kumpulkan lagi. Kita akan terus koordinasi sehingga kita semua dapat merayakan Ramadan dengan harga yang stabil,” pungkas Mendag.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




