Hadapi Lebaran 2026, PLN Siapkan 72.000 Personel dan Upgrade SPKLU
Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo meninjau langsung kesiapan pasokan listrik menghadapi periode Idulfitri 2026. Darmawan mengunjungi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Rest Area Km 43 Tangerang serta PLTGU Cilegon di Banten, Senin (16/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Darmawan memastikan pasokan listrik nasional tetap aman selama periode Ramadan hingga Lebaran. Ia mengatakan PLN telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk pemeliharaan pembangkit listrik jauh sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Kita memastikan bahwa pasokan energi primer sistem kelistrikan di Indonesia aman. Ini termasuk pasokan dan stok dari batu bara dan juga gas dan juga BBM. Kita cek aman semuanya," kata sosok yang akrab disapa Darmo itu kepada awak media, Senin (16/3/2026).
BACA JUGA
Danantara Inisiasi Hibah PLTS Sumenep ke Pemda, PLN Siap Suplai Listrik Bersih bagi 2.000 KK
Untuk menjaga keandalan listrik selama momen Lebaran, PLN juga mengerahkan sekitar 72.000 personel yang akan bertugas di seluruh Indonesia. Selain itu, lebih dari 4.100 posko siaga disiapkan untuk mendukung kelancaran pasokan listrik.
“Dalam rangka mengantisipasi adanya Ramadan dan juga Idulfitri 2026 ini, kami mengerahkan 72.000 personel, lebih dari 4.100 posko saantero Indonesia," ujarnya.
PLN juga memprediksi peningkatan penggunaan mobil listrik atau electric vehicle (EV) saat arus mudik Lebaran tahun ini. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN menghadirkan dua fitur pada aplikasi PLN Mobile, yaitu trip planner dan antreEV.
Kedua fitur tersebut dirancang untuk memudahkan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan serta memantau ketersediaan fasilitas pengisian daya. Selain itu, PLN juga mengoptimalkan SPKLU yang tersebar di jalur mudik dengan meningkatkan fasilitas pengisian daya cepat atau fast charging.
“Untuk itu kami melakukan optimasi, yaitu SPKLU yang masih slow charging di daerah jalur mudik, kami gantikan dengan fast charging, dengan ultra fast charging. Dan jumlahnya kami tambah menjadi 1,7 sampai 1,8 kali lipat, sehingga antrian untuk saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik terkendali dengan baik,” kata Darmo.
BACA JUGA
PLN Pastikan Pasokan Listrik dan Layanan SPKLU di Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri Prima
Kemudahan tersebut juga dirasakan oleh salah satu pengguna SPKLU, Feby Valentine, yang sehari-hari mengemudikan taksi online menggunakan mobil listrik. Ia mengaku semakin terbantu dengan bertambahnya jumlah SPKLU dan fitur di aplikasi PLN Mobile.
“Lama-lama tempatnya (SPKLU) makin banyak. Terus ada aplikasi PLN Mobile, jadi kita bisa tahu mana yang kosong dan mana yang cepat (pengisiannya). Sekarang paling setengah jam sudah selesai. Kalau dari pengalaman biaya, pasti lebih murah karena ini program pemerintah dan lebih go green,” ujar Feby.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




