Amran Ungkap 9 Komoditas Pangan yang Bebas dari Impor
Rabu, 1 April 2026 | 23:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, saat ini Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan strategis, meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Amran mengatakan, di tengah ancaman krisis global, Indonesia semakin tangguh setelah berhasil meningkatkan produksi dan menekan ketergantungan impor pangan, khususnya beras dan sejumlah komoditas lainnya.
“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tetapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” kata Amran dilansir dari Antara, Rabu (1/4/2026).
Amran menekankan, ketergantungan impor merupakan titik lemah sebuah negara, terutama dalam situasi krisis global. Ketika negara produsen menahan ekspor, negara pengimpor akan langsung terdampak.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan produksi dalam negeri, menekan impor secara bertahap, serta memperkuat cadangan pangan nasional.
"Berdasarkan data internasional, termasuk dari United States Department of Agriculture (USDA), produksi pangan Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan," ujarnya.
Kementan juga mencatat capaian dengan stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini menegaskan posisi ketahanan pangan nasional yang semakin kuat di tengah dinamika global.
“Ini bukan hanya ekonomi, ini soal kedaulatan. Pangan adalah bagian dari sistem pertahanan negara,” ucapnya.
Keberhasilan tersebut membawa Indonesia keluar dari posisi sebagai negara importir menuju pemain yang mulai diperhitungkan secara global. Bahkan, kebijakan pengendalian impor Indonesia disebut mulai berdampak pada dinamika harga pangan dunia.
Ia mengatakan, sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, hingga Kanada mulai mempelajari strategi Indonesia dalam meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas pasokan. “Yang membedakan kita adalah keberanian mengambil keputusan dan kecepatan bertindak,” kata Amran.
Selain pangan, Mentan juga menyoroti pentingnya kemandirian energi sebagai bagian dari pertahanan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




