Laba Industri Asuransi Jiwa Turun Tajam 12,56 Persen
Minggu, 12 April 2026 | 23:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja industri asuransi komersial menunjukkan pergerakan yang beragam hingga Februari 2026.
Sektor asuransi jiwa mengalami penurunan laba bersih, sementara asuransi umum justru mencatat pertumbuhan signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan laba bersih industri asuransi jiwa turun 12,56% secara tahunan menjadi Rp 1,14 triliun. Penurunan ini terjadi meski hasil investasi melonjak 245,44% year on year menjadi Rp 9,37 triliun.
Pada sisi lain, pendapatan premi asuransi jiwa hanya meningkat tipis 0,12% year on year menjadi Rp 32,39 triliun pada Februari 2026. Kendati demikian, capaian tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat terkontraksi 6,15% akibat penyesuaian regulasi dan produk.
Berbeda dengan asuransi jiwa, industri asuransi umum mencatatkan kinerja positif. Laba sektor ini mencapai Rp 4,32 triliun atau melonjak 123% secara tahunan. Peningkatan tersebut didorong oleh perbaikan hasil underwriting, efisiensi pengelolaan klaim, serta pertumbuhan hasil investasi sebesar 18,47% menjadi Rp 1,40 triliun.
“OJK menekankan bahwa kinerja industri harus tetap bertumpu pada keseimbangan antara premi, underwriting, dan hasil investasi, sehingga tidak bergantung secara berlebihan pada kinerja investasi,” ujar Ogi, Minggu (12/4/2026).
Dalam menghadapi dinamika tersebut, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk serta memperkuat jalur distribusi guna meningkatkan literasi dan pertumbuhan premi.
Selain itu, pengendalian biaya pada lini asuransi kesehatan juga menjadi perhatian, seiring masih tingginya klaim.
Ogi menilai prospek industri asuransi ke depan tetap positif, didukung penguatan tata kelola serta manajemen risiko yang lebih baik di tengah tantangan global.
“Secara keseluruhan, prospek industri asuransi tetap positif dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan, didukung keseimbangan antara segmen individu dan kumpulan serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




