ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diplomasi Energi RI ke Rusia, Bahlil Amankan Pasokan Nasional

Selasa, 14 April 2026 | 18:27 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di kantor Kementerian Energi Rusia Moscow, Rusia, Selasa 14 April 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di kantor Kementerian Energi Rusia Moscow, Rusia, Selasa 14 April 2026. (ESDM)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah diplomasi energi ke Rusia sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bahkan turun langsung mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam misi strategis tersebut.

Langkah ini tidak sekadar agenda bilateral, melainkan diarahkan untuk memastikan stabilitas pasokan energi domestik. Sejumlah isu penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.

ADVERTISEMENT

Untuk memperdalam pembahasan teknis, Bahlil melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari dialog tingkat tinggi antara Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Pada pertemuan itu, kedua negara membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera direalisasikan, terutama terkait kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. 

Rusia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia melalui suplai migas, pengembangan fasilitas penyimpanan (storage), hingga sektor kelistrikan termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Hadir pula sejumlah perusahaan energi Rusia, seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

“Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan menteri energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dengan kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita tambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil dikutip dari keterangan resmi.

Bahlil menegaskan bahwa kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah (government to government/G2G) maupun business-to-business (B2B). Skema ini diharapkan mampu memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Rusia, mencakup pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang energi, penjajakan energi nuklir, hingga kerja sama di sektor mineral.

“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Menurut Bahlil, hasil pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia menilai Rusia sebagai mitra strategis dengan kapasitas produksi energi besar serta pengalaman panjang di sektor minyak dan gas.

“Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik,” jelasnya.

Di tengah volatilitas pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik, pemerintah terus mencari alternatif sumber pasokan yang andal. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi sekaligus mitra jangka panjang.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir,” ujar Sergey Tsivilev.

Pemerintah Indonesia memandang kerja sama ini sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Diplomasi ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk tetap aktif dan konstruktif dalam menghadapi tantangan global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diplomasi Energi Bahlil, Indonesia Tak Lagi Jadi Objek Global

Diplomasi Energi Bahlil, Indonesia Tak Lagi Jadi Objek Global

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon