Rupiah Tertekan, BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas
Rabu, 22 April 2026 | 16:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ketidakpastian pasar keuangan global mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menekan mata uang lain, termasuk rupiah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat. BI meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar, baik melalui intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri.
“Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, BI juga memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual DNDF/forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap, yang berlaku mulai April 2026.
Dengan langkah tersebut, nilai tukar rupiah dapat dijaga relatif stabil. Pada 21 April 2026, rupiah tercatat sebesar Rp 17.140 per dolar AS, atau melemah 0,87% (point to point) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung komitmen BI, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Sebelumnya, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75% dan suku bunga lending facility sebesar 5,50%. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter sekaligus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi perekonomian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




