ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Iran Buat Morgan Stanley Turunkan Proyeksi Harga Emas 2026

Jumat, 24 April 2026 | 06:01 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Proyeksi Harga Emas Global.
Proyeksi Harga Emas Global. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank investasi Morgan Stanley merevisi turun proyeksi harga emas untuk paruh kedua 2026, seiring perubahan kondisi pasar dan tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi.

Mengutip laporan Economic Times, Morgan Stanley memangkas target harga emas menjadi US$ 5.200 per ons, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 5.700. Revisi ini terjadi setelah aksi jual selama enam pekan terakhir yang mengubah sentimen pasar secara signifikan.

Meski demikian, proyeksi terbaru tersebut masih menunjukkan potensi kenaikan dari posisi saat ini. Berdasarkan data Yahoo Finance, harga emas berjangka masih berada di kisaran US$ 4.700 hingga US$ 4.800 per ons.

Morgan Stanley menegaskan bahwa revisi ini bukan berarti pandangan negatif terhadap emas. Permintaan kuat dari bank sentral, kekhawatiran pelemahan mata uang, serta ketegangan geopolitik masih menjadi faktor pendukung utama.

ADVERTISEMENT

Sebagai gambaran, bank sentral China tercatat menambah 5 ton emas pada Maret 2026. Selain itu, ekonom Morgan Stanley masih memperkirakan adanya dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada September dan Desember 2026.

Namun, harga emas sempat mengalami tekanan signifikan pada awal tahun. Logam mulia ini turun sekitar 8% sejak konflik di Timur Tengah memanas pada akhir Februari, dari level mendekati US$ 5.500 per ons ke kisaran US$ 4.800.

Penurunan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain kenaikan harga minyak yang mendorong kekhawatiran inflasi, peningkatan imbal hasil riil, serta memudarnya harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu, arus dana keluar dari exchange traded fund (ETF) juga meningkat. Setelah mencatat pembelian sekitar 150 ton pada Januari–Februari, ETF justru melepas sekitar 90 ton emas pada Maret. Data World Gold Council juga menunjukkan arus keluar ETF terjadi secara berturut-turut sejak 17 Maret 2026.

Dari sisi teknikal, harga emas sempat menembus di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 100 hari, yang memicu aksi jual lanjutan. Meski begitu, harga masih bertahan di atas rata-rata 200 hari yang menjadi level penopang utama.

Morgan Stanley menilai reli emas sebelumnya terjadi terlalu cepat, sehingga ketika kondisi makro berubah, harga langsung terkoreksi. Saat ini, emas tidak lagi menjadi aset dengan keyakinan tinggi (high conviction), melainkan aset mahal yang membutuhkan kondisi sangat presisi untuk kembali naik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

EKONOMI
Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon