Angkasa Pura Tambah 53 Rute Penerbangan Baru, ke Mana Saja?
Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menambah 53 rute penerbangan baru sepanjang Januari hingga April 2026 untuk memperkuat konektivitas udara nasional serta mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor transportasi serta pariwisata.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan jumlah tersebut mencakup rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya maupun penambahan layanan pada rute yang sudah ada.
"Pada Januari hingga April 2026, sudah terdapat 53 rute penerbangan baru yang dioperasikan di berbagai bandara, baik rute baru maupun tambahan layanan pada rute eksisting," ujar Pahlevi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, jumlah rute pada periode tersebut meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat penambahan 46 rute penerbangan.
Salah satu contoh rute baru yang sebelumnya belum pernah dioperasikan adalah Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Bandara Naha Tahuna yang mulai dilayani oleh Wings Air pada Mei 2026.
Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia juga menambah layanan penerbangan pada rute eksisting, seperti pembukaan penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju Bandara Mozes Kilangin Timika.
Pahlevi menyebut pengembangan jaringan penerbangan ini merupakan langkah konkret InJourney Airports dalam menjadikan bandara sebagai agent of development untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta mendukung sektor pariwisata nasional.
Ia menilai konektivitas bandara menjadi faktor penting dalam mempermudah mobilitas masyarakat serta memperlancar arus barang dan logistik.
Baca Juga: Pemerintah Dikejar Tagihan Biaya Avtur Penerbangan Haji Rp 1,77 T
"Sejalan dengan itu, InJourney Airports akan terus merespons berbagai tantangan untuk memastikan konektivitas udara tetap terjaga dan berkelanjutan," tuturnya.
Namun demikian, ia mengakui terdapat tantangan global yang memengaruhi industri penerbangan, salah satunya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga avtur dan memicu kenaikan harga tiket pesawat.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, InJourney Airports memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai, regulator, operator bandara, serta pihak terkait lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjalankan berbagai strategi pengembangan rute guna meningkatkan jumlah layanan penerbangan serta memenuhi permintaan konsumen dan mendorong persaingan yang sehat di industri penerbangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




