ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Sambut Pertemuan Trump-Xi Jinping

Kamis, 14 Mei 2026 | 08:44 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Sebuah pompa minyak beroperasi saat matahari terbenam, di ladang minyak gurun di Timur Tengah.
Sebuah pompa minyak beroperasi saat matahari terbenam, di ladang minyak gurun di Timur Tengah. (AP/Hasan Jamali)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis (14/5/2026) seiring perhatian pasar tertuju pada pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Investor juga masih memantau perkembangan perang Iran yang memicu ketidakpastian pasokan energi global.

Melansir Reuters, kontrak minyak mentah Brent naik 13 sen atau 0,12% menjadi US$ 105,76 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 12 sen atau 0,12% ke level US$ 101,14 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah sehari sebelumnya kedua acuan minyak dunia melemah akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga AS. Pada perdagangan Rabu, harga Brent sempat turun lebih dari US$ 2 per barel, sedangkan WTI merosot lebih dari US$ 1 per barel.

ADVERTISEMENT

Trump tiba di Beijing pada Rabu malam untuk menjalani serangkaian agenda pertemuan dengan Xi Jinping. Pembicaraan kedua pemimpin negara diperkirakan mencakup upaya menjaga gencatan perang dagang, membahas konflik Iran, hingga isu penjualan senjata AS ke Taiwan.

Meski Trump sebelumnya menyatakan tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang Iran, analis menilai Trump tetap akan meminta dukungan Beijing guna membantu meredakan konflik yang dinilai mahal dan tidak populer di dalam negeri.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan, kegagalan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dapat membuat AS memiliki pilihan terbatas selain kembali melakukan aksi militer.

Selain itu, Iran disebut semakin memperkuat kendali terhadap Selat Hormuz dengan menjalin kerja sama pengiriman minyak dan gas alam cair bersama Irak dan Pakistan. Kondisi tersebut membuat pasar semakin khawatir terhadap stabilitas distribusi energi global.

China diketahui masih menjadi pembeli terbesar minyak Iran meski mendapat tekanan sanksi dari pemerintahan Trump. Lebih dari 80% ekspor minyak Iran sepanjang 2025 dilaporkan dikirim ke China, terutama untuk memenuhi kebutuhan kilang independen yang memanfaatkan harga diskon minyak Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

Purbaya: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor BBM Indonesia

EKONOMI
PM India Minta Rakyat Hemat Energi hingga Stop Beli Emas

PM India Minta Rakyat Hemat Energi hingga Stop Beli Emas

INTERNASIONAL
Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

EKONOMI
Kesepakatan Damai AS-Iran Gagal, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Kesepakatan Damai AS-Iran Gagal, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

EKONOMI
LCC Korea Selatan Pangkas 900 Penerbangan Imbas Harga Avtur Melejit

LCC Korea Selatan Pangkas 900 Penerbangan Imbas Harga Avtur Melejit

INTERNASIONAL
BI: Kenaikan Harga Avtur 70 Persen Picu Inflasi Transportasi

BI: Kenaikan Harga Avtur 70 Persen Picu Inflasi Transportasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon