Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran
Kamis, 18 Juni 2026 | 17:26 WIB
Kesepakatan AS-Iran
Kesepakatan sementara antara AS dan Iran dituangkan dalam memorandum berisi 14 poin yang menandai dimulainya masa negosiasi selama 60 hari.
Dalam periode tersebut, Iran sepakat memberikan akses bebas hambatan melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Kesepakatan itu juga menargetkan pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hingga kembali beroperasi penuh dalam waktu 30 hari.
Meski demikian, sejumlah isu sensitif masih ditunda pembahasannya, termasuk program nuklir Iran. Selain itu, AS bersama negara-negara mitranya juga diminta menyiapkan paket pendanaan sekitar US$ 300 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi Iran pascakonflik.
Pasokan Minyak Diperkirakan Pulih Bertahap
Sejumlah analis memperkirakan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akan pulih secara bertahap. Namun, pelaku industri energi mengingatkan, harga minyak kemungkinan tidak akan jatuh terlalu dalam karena permintaan global tetap tinggi dan banyak negara masih perlu mengisi kembali cadangan energinya.
Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk akan kembali normal seperti sebelum perang pada akhir Juli 2026. Sementara itu, produksi minyak diperkirakan pulih sepenuhnya pada Oktober mendatang.
Goldman Sachs memperkirakan normalisasi ekspor dapat tercapai apabila terjadi peningkatan arus minyak sekitar 13 juta barel per hari melalui Selat Hormuz, sehingga volume pengiriman kembali mencapai sekitar 70% dari tingkat sebelum konflik.
Sementara itu, analis Kpler, Matt Stanley, menilai tekanan terbesar akibat perang memang mulai mereda, tetapi kondisi pasar belum sepenuhnya kembali normal.
"Meskipun tampaknya masa terburuk telah berlalu, kondisi saat ini masih cukup jauh dari kata normal," ujar Stanley.
Ia menambahkan, premi risiko perang yang sebelumnya menopang harga minyak kini sebagian besar telah hilang dari perhitungan pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




