ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BEI Segera Klarifikasi Review MSCI Soal Penggunaan Bahasa Inggris

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Beritasatu.com/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026. BEI menilai sejumlah catatan dalam laporan tersebut menjadi masukan untuk melanjutkan reformasi pasar modal dan meningkatkan transparansi pasar.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan secara umum hasil kajian MSCI masih mempertahankan banyak aspek positif pasar modal Indonesia. Meski demikian, sejumlah catatan yang diberikan akan menjadi bahan perbaikan ke depan.

"Kalau kita lihat, secara umum banyak hal-hal positif yang dipertahankan. Untuk poin yang dirasa perlu perbaikan, itu memang bagian dari reformasi pasar modal yang sedang kita lakukan," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut Jeffrey, BEI akan terus melakukan perbaikan baik dari sisi infrastruktur perdagangan, regulasi, maupun pengawasan pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat integritas pasar modal Indonesia.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan penguatan pengawasan menjadi salah satu fokus utama agar berbagai catatan terkait manipulasi pasar maupun praktik coordinated trading dapat ditangani dengan lebih baik tanpa mengganggu likuiditas perdagangan.

Jeffrey mengungkapkan BEI juga akan kembali melakukan pertemuan dengan MSCI untuk mengklarifikasi sejumlah poin yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut. Salah satunya terkait ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris yang dinilai masih menjadi kendala bagi investor global.

Menurut dia, BEI perlu memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai jenis informasi yang dimaksud MSCI. Pasalnya, berdasarkan ketentuan yang berlaku, laporan keuangan emiten telah diwajibkan disampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

"Kami akan melakukan klarifikasi atas beberapa poin yang menjadi concern. Misalnya terkait informasi yang tidak tersedia dalam bahasa Inggris, informasi yang mana? Karena sesuai peraturan bursa, seluruh laporan keuangan sudah harus disampaikan dalam dua bahasa," kata Jeffrey.

Ia menambahkan klarifikasi juga diperlukan untuk mengetahui apakah catatan tersebut hanya berkaitan dengan informasi yang disediakan oleh bursa atau juga mencakup informasi yang disediakan oleh emiten maupun pelaku pasar lainnya.

Selain isu keterbukaan informasi, MSCI juga menyoroti kebijakan short selling di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Jeffrey menegaskan aktivitas short selling di Indonesia telah memiliki aturan yang jelas dan berbagai pembatasan yang diterapkan juga lazim dilakukan oleh banyak bursa di dunia.

"Kalau short selling, di kita sudah ada aturannya. Pembatasan terhadap short selling juga dilakukan di banyak bursa dengan kondisi pasar seperti ini," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Short Selling Masih Jadi Pertanyaan, BEI Bakal Temui MSCI

Short Selling Masih Jadi Pertanyaan, BEI Bakal Temui MSCI

EKONOMI
Jeffrey Hendrik Dilantik Jadi Dirut BEI, Ini Daftar Direksinya

Jeffrey Hendrik Dilantik Jadi Dirut BEI, Ini Daftar Direksinya

EKONOMI
Antrean IPO Menyusut, 3 Perusahaan Siap Listing Akhir Juni-Awal Juli

Antrean IPO Menyusut, 3 Perusahaan Siap Listing Akhir Juni-Awal Juli

EKONOMI
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, OJK: Ketidakpastian Tinggi

IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, OJK: Ketidakpastian Tinggi

EKONOMI
BEI Bantah Kabar MSCI Turunkan Status Indonesia ke Frontier Market

BEI Bantah Kabar MSCI Turunkan Status Indonesia ke Frontier Market

EKONOMI
IHSG Hari Ini Jeblok, BEI Pede Fundamental dalam Kondisi Baik

IHSG Hari Ini Jeblok, BEI Pede Fundamental dalam Kondisi Baik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon