Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini
Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:26 WIB
Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global melewati Selat Hormuz. Meski demikian, pemulihan penuh aliran distribusi dan produksi diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan.
Citi memperkirakan skenario dasar dengan probabilitas 60% menunjukkan normalisasi pasokan akan berlanjut sehingga pasar minyak berpotensi mengalami surplus. Dalam kondisi tersebut, harga minyak diproyeksikan turun ke kisaran US$ 60 hingga US$ 65 per barel pada kuartal I 2027.
Sementara itu, Commerzbank memangkas proyeksi harga Brent pada akhir 2026 menjadi US$ 80 per barel dari sebelumnya US$ 85 per barel. Meski demikian, harga minyak diperkirakan masih bertahan di atas level sebelum konflik untuk sebagian besar periode tahun depan.
Dari sisi pasokan, Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed menyatakan ladang-ladang minyak negara tersebut siap kembali beroperasi normal dan secara bertahap meningkatkan produksi ke tingkat sebelum gangguan terjadi.
Adapun dari sisi permintaan, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan World Oil Outlook 2026 memperkirakan permintaan minyak dunia meningkat menjadi 113,3 juta barel per hari pada 2030 dari 105,1 juta barel per hari pada 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




