Sejumlah Bank Swasta Tingkatkan "Core Banking System"
Kamis, 21 Januari 2016 | 07:51 WIB
Jakarta – Sejumlah bank umum swasta nasional (BUSN) berupaya meningkatkan core banking system mereka untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memperkuat komptensi di bidang digital.
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Tigor M Siahaan mengatakan, saat ini bank yang ia pimpin secara resmi menggunakan core banking system bernama 1Platform (1P). Penggunaan 1P itu bertujuan agar CIMB Niaga dapat menjamin sistem teknologi informasi (TI).
Di samping itu, core banking system yang baru ini diharapkan dapat memperkuat aspirasi perseroan menjadi bank digital yang terdepan di Indonesia.
Tigor menjelaskan peningkatan core banking system perseroan dilakukan secara serentak di seluruh kantor cabang CIMB Niaga pada periode 15-17 Januari lalu.
"Ke depan, kami tentu akan dapat meraih banyak dampak positif dan peluang dengan sistem yang baru. Selain itu, inisiatif perseroan ini juga akan berdampak terhadap tingkat efisiensi," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1).
Senada, ditemui secara terpisah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk juga tengah memproses perubahan core banking system.
Pasalnya, menurut Information Technology and Operations Director Bank Woori Saudara Hardono Budi Prasetya, sebelumnya PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (Bank Saudara) dan Bank Woori Indonesia (BWI) merupakan dua entitas yang berbeda, sampai akhirnya kedua bank itu memutuskan merger.
Oleh sebab itu, dulu kedua bank tersebut memiliki dua core banking system yang berbeda.
"Kami akan menggunakan core banking system yang sesuai dengan standar untuk cabang Bank Woori, yang berada di luar Korea Selatan," ungkap Hardono.
Sebelumnya Direktur Operasional PT Bank of India Indonesia Tbk (Bank of India Indonesia) Ferry Koswara menyatakan, perseroan memutuskan untuk melakukan peningkatan core banking system. Hal itu dilakukan Bank of India sebagai bagian dari upaya peningkatan dana murah (current account and savings account/CASA).
"Di samping itu, kami juga berencana meningkatkan layanan virtual account bagi pelajar," jelas dia.
Lalu, BUSN lain yang berasal dari bank kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) I pun merencanakan pergantian sistem core banking.
Direktur Utama PT Bank Artos Indonesia (Bank Artos) Reinantha Yaputra mengungkapkan perseroan akan menggunakan 14% dari dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) guna meng-update sistem teknologi.
"Iya, kami akan gunakan untuk menggati core banking system Bank Artos. Itu bagian dari meningkatkan pelayanan dan menarik calon nasabah," ungkap dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




