Akses Tol Priok Diharapkan Tingkatkan Daya Saing Pelabuhan
Sabtu, 15 April 2017 | 19:13 WIB
Jakarta- Jalan tol akses Tanjung Priok yang diresmikan pengoperasiannya hari ini Sabtu (15/4) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat mempercepat arus distribusi logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Turut hadir dalam peresmian tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejono, Dirjen Bina Marga Kempupera Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Perhubungan Darat Kemhub Pudji Hartanto Iskandar, Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek Elly Sinaga, dan Dirut Pelindo II Elvyn Masassya.
Pembangunan tol Tanjung Priok dilakukan Kempupera dengan biaya Rp 4,1 triliun yang berasal dari APBN dan pinjaman Jepang (JICA). Pembangunan mulai dilakukan pada 2008 dan selesai pada awal 2017.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kehadiran jalan tol sepanjang 11,4 km ini akan mempercepat pelayanan dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi pusat barang-barang logistik dari pulau Jawa maupun luar Jawa.
"Tanjung Priok adalah pelabuhan utama kita. Dilewati 3.600 truk kontainer setiap harinya. Semuanya ngumpul di sini. Begitu di sini tidak lancar dan cepat, maka akan menjadi lambat. Saya harapkan kehadiran jalan tol tersebut memberikan kecepatan pelayanan dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga bisa meningkatkan daya saing bangsa," jelas Presiden dalam siaran pers yang dirilis Kementerian Perhubungan (Kemhub), Sabtu (15/4).
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk terus meningkatkan daya saing produk atau barang dari Indonesia ke luar negeri melalui peningkatan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah peresmian jalan tol ini, Jokowi mengatakan minggu depan akan mendatangkan kapal besar berkapasitas 10.000 TEUs. "Kapal besar pertama akan datang. Kita datangkan itu untuk upaya menurunkan biaya logistik. Selain itu untuk mempercepat proses pengiriman barang dari dan ke Indonesia. Kita harapkan kapal-kapal besar tidak melakukan transhipment di Singapura. Karena di pelabuhan kita sudah bisa merapat kapal-kapal besar," ujarnya.
Sementara Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan dengan beroperasinya jalan tol ini, akan ada penghematan baik dari sisi waktu dan biaya. "Ada kemudahan berupa penghematan terhadap cost dan kepastian waktu. Sebelum ada tol kan lama, capek dan kurang aman. Jadi ini suatu lompatan besar," jelas Budi.
Ia mengatakan, jajarannya beserta stakeholders terkait berupaya menjalankan amanat presiden untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan pelabuhan Tanjung Priok.
"Seperti arahan Presiden. Kita ingin tingkatkan daya saing. Sekarang kita resmikan jalan tol, minggu depan akan kita datangkan kapal besar. Diharapkan akan ada penghematan biaya logistik di situ. Pengoperasian jalan tol ini adalah upaya untuk menekan waktu dan biaya dari sisi daratnya. Targetnya paling tidak (biaya logistik) kita sama dengan Singapura," urai Menhub.
Tol Tanjung Priok menjadi salah satu proyek strategis nasional. Jalan tol ini merupakan bagian dari sistem jaringan jalan tol Jabodetabek yang terhubung ke jalan tol lingkar luar dan lingkar dalam Jakarta. Keberadaan tol ini akan mengurangi beban volume kendaraan dari arah Karawang, Bekasi, maupun dari arah timur lainnya yang selama ini hanya terpaku pada jalan arteri. Waktu tempuh perjalanan melewati tol akan bisa lebih hemat sekitar 1-2 jam. Dalam jangka waktu sebulan ini, Kementerian PUPR akan menggratiskan penggunaan tol ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




