ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Punya Potensi Energi Air 75.000 MW

Kamis, 19 April 2018 | 11:43 WIB
RP
FB
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FMB
Proyek Musi Hydro adalah proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 210 MW yang dibangun di Sungai Musi, Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Terdiri dari 3 turbin bertegangan 70MW, proyek ini dapat menghasilkan 1,140,000 MWh energy bersih untuk jaringan disekitarnya.
Proyek Musi Hydro adalah proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 210 MW yang dibangun di Sungai Musi, Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Terdiri dari 3 turbin bertegangan 70MW, proyek ini dapat menghasilkan 1,140,000 MWh energy bersih untuk jaringan disekitarnya. (Istimewa)

Jakarta - Indonesia memiliki potensi energi air hingga 75.000 megawatt (MW). Namun tingkat pemanfaatannya kurang dari 8 persen. Perlu adanya terobosan dalam mendorong pemanfaatan potensi energi air tersebut.

CEO&President Andritz Hydro Josef M Ullmer mengatakan rendahnya utilitas pemanfaatan energi air lantaran keberadaan potensi jauh dari lokasi kebutuhan listrik. Selama ini kebutuhan listrik tertinggi berada di Pulau Jawa sementara potensi energi air tersebar di seluruh wilayah Indonesia. "Indonesia kaya akan potensi energi terbarukan. Tapi mayoritas pembangkit masih mengandalkan bahan bakar fosil," kata Josef di Jakarta, Kamis (19/4).

Andritz merupakan perusahaan penyedia kebutuhan peralatan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Perusahaan asal Austria itu sudah memiliki pengalaman di dunia selama 170 tahun. Keberadaan turbin besutan Andritz sudah berada di Indonesia sejak 100 tahun lalu atau tepatnya pada 1910.

Sementara itu Senior Advisor Andritz Hydro Adhi Satriya menuturkan langkah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan pemanfaatan energi air ialah membangun industri berbasis energi terbarukan. Sebenarnya konsep ini sudah diterapkan oleh PT Inalum (persero). Perusahaan tersebut memiliki pembangkit listrik tenaga air dalam memenuhi pasokan setrum. Selain itu di Serawak, Malaysia pun sudah menerapkan hal yang sama. Padahal potensi energi air Negeri Jiran itu lebih rendah ketimbang Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Jadi pendekatannya demand creation, approach. Ada PLTA skala besar kemudian pemerintah menyediakan industrial complex jadi datang investor industri dan pembangkit. Kita create demand lengkap dengan infrastruktur," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon