ASDP Raih Peringkat AA dari Pefindo
Kamis, 27 September 2018 | 18:21 WIB
Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meraih rating idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek untuk perusahaan stabil. Rating ini tercantum dalam sertifikat ASDP rationale-20180919 yang berlaku sejak 10 September 2018 hingga 1 September 2019.
Rating idAA yang diraih ASDP mencerminkan bahwa ASDP mendapat dukungan kuat dari pemerintah dalam menjalani bisnis pelabuhan dan penyeberangan, di mana posisi pasar perusahaan telah mapan baik di segmen penyeberangan penumpang dan kendaraan serta memiliki profitabilitas yang stabil.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, mengatakan, pencapaian peringkat dari Pefindo ini menunjukkan perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat sehingga dapat dipercaya oleh investor.
"Rating idAA ini adalah bentuk recognition dari institusi pemeringkat terpercaya yang menetapkan ASDP sebagai perusahaan yang memiliki investment grade yang baik, hal ini tentunya sangat kami apresiasi," ungkap Ira dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Kamis (27/9).
Ira menjelaskan, prospek bisnis ASDP yang stabil dapat dilihat dari laporan keuangan audited perusahaan pada akhir 2017. Laporan keuangan per 31 Desember 2017 (audited) tercatat pendapatan ASDP mencapai Rp 2,77 triliun atau naik sekitar 12 persen dibandingkan pendapatan 2016 sebesar Rp 2,47 triliun. Adapun laba perusahaan tercatat sebesar Rp 254,4 miliar atau meningkat 11 persen dibandingkan pencapaian tahun 2016 sebesar Rp 229,2 miliar.
"Pencapaian ini bukti kerja keras seluruh insan ASDP yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam mendongkrak pendapatan perusahaan melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan. Ini merupakan amanah yang harus kami jaga dan perjuangkan sehingga lebih baik lagi ke depannya" tutur Ira.
Peringkat dari Pefindo ini dapat dinaikkan jika ekspansi dan transformasi yang tengah dilakukan oleh perseroan menyebabkan peningkatan pendapatan dan profitabilitas secara berkelanjutan dan di saat yang bersamaan dapat menjaga kebijakan keuangan yang prudent. Di sisi lain, kata Ira, peringkat bisa diturunkan jika Pefindo melihat ada pembengkakan biaya modal yang signifikan sehingga menyebabkan kenaikan terhadap beban utang di luar ekspektasi dan pelemahan material terhadap rasio atas proteksi arus kasnya.
Selain itu, dengan tidak adanya penyesuaian tarif dan biaya atas jasa pelabuhan juga dapat memberikan tekanan terhadap peringkat. Lebih jauh lagi, peringkat dapat mengalami penurunan yang signifikan jika tidak mendapat dukungan pemerintah, baik melalui divestasi kepemilikan dan atau jika peran pelayanan publik perusahaan terhadap pemerintah menurun. Hal ini menunjukkan, papar Ira, bahwa mempertahankan predikat ini bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, ASDP harus terus bekerja keras agar dapat mempertahakannya bahkan meraih predikat yang lebih baik lagi.
Ira menambahkan, tahun ini PT ASDP Indonesia Ferry membidik target pendapatan usaha sebesar Rp 3,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 278 miliar dengan target jumlah penumpang yang diangkut mencapai 8,2 juta orang dan 6,7 juta unit kendaraan.
Sejumlah rencana ekspansi bisnis yang strategis telah disiapkan dalam meningkatkan kinerja layanan dan perusahaan yang lebih baik lagi. Adapun langkah penyediaan dan peningkatan kualitas alat produksi terus dilakukan. Menurut Ira, hal ini untuk mendukung akselerasi bisnis lima tahun ke depan, mulai dari kapal, pelabuhan, serta layanan penyeberangan mulai dari pre hingga post journey.
Sejumlah program yang dijalankan tahun ini di antaranya adalah pengoperasian terminal dan kapal eksekutif Merak dan Bakauheni; penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai (cashless) tiket penyeberangan yang dimulai di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk; serta pengoperasian kapal ternak dan kapal wisata KMP Komodo di Labuan Bajo.
Hingga semester I-2018, Ira menyebutkan, ASDP berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun dengan laba bersih Rp 112,9 miliar. Sampai dengan paruh pertama tahun 2018, layanan penyeberangan menyumbang 59,2 persen terhadap pendapatan, diikuti oleh manajemen pelabuhan penyeberangan (23,6 persen), penjualan bunker (16,1 persen), dan layanan tambahan (1,1 persen).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




