Gelar Groundbreaking, Kyo Society Mulai Pemasaran Tahap Kedua

Gelar Groundbreaking, Kyo Society Mulai Pemasaran Tahap Kedua
PT Tanrise Java Indonesia (Tanrise Property) menggelar peletakan batu pertama (ground breaking) yang menandai dimulainya pembangunan proyek apartemen Kyo Society di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 16:01 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Tanrise Java Indonesia (Tanrise Property) menggelar peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai dimulainya pembangunan proyek apartemen Kyo Society di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya.

Baca Juga: Tanrise Property Mulai Bangun Apartemen Kyo Society

Adapun pemasaran unit tahap pertama di Apartemen Kyo Society seluruhnya sudah terserap pasar, dan saat ini telah memasuki pemasaran unit tahap kedua untuk 350 unit. Sementara, serah terima unit direncanakan mulai akhir 2023 seiring jadwal penyelesaian pembangunan fisik apartemen.

Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko mengatakan, kondisi pasar properti selama beberapa bulan terakhir memang agak menurun. Namun, pihaknya memiliki keyakinan kondisi pasar akan membaik di akhir tahun ini atau awal tahun depan.

"Karena itu, kita tetap melanjutkan pembangunan Kyo Society sesuai dengan jadwal setelah perizinan keluar. Ini juga komitmen kita untuk menjaga reputasi Tanrise Property,” kata Hermanto kepada Beritasatu.com, saat groundbreaking apartemen Kyo Sociaty, di Surabaya, Sabtu (4/7/2020) kemarin.

Hermanto berharap pembangunan proyek Kyo Society saat krisis ini, juga akan membawa pengaruh positif bagi perekonomian dan lingkungan sekitar. Sebab, pembangunan apartemen setinggi 37 laintai itu bisa menyerap 500-600 pekerja dan membangkitkan usaha sekitarnya, mulai warung kecil, rumah makan, restoran dan usaha lain.

Baca Juga: Penjualan Kyo Society Capai 80%

"Impact positif terhadap perekonomian dan lingkungan itulah yang kami harapkan dari pembangunan Kyo Society saat ini,” tandas Hermanto Tanoko.

Direktur Penjualan Tanrise Property, Joseph Lukito, menambahkan, pemasaran tahap pertama apartemen Kyo Society sudah selesai. Saat ini, pihaknya telah melanjutkan pemasaran proyek ke tahap kedua.

"Untuk tahap kedua ini, ada 350 unit yang ditawarkan dengan kenaikan harga 3 persen hingga 5 persen dan tipe yang sama. Namun, ada dua hal baru di unit komersial, yakni ada stand-stand dan ruko yang konsepnya seperti small office home office (SOHO). Karena ada komersialnya, nanti juga ada ruang atau space untuk kerja,” kata Joseph Lukito.

Menurut Joseph, untuk area komersial ini sudah ada beberapa perusahaan yang berminat dan telah melakukan kerja sama. Sebut saja misalnya, Dunkin Donut, Pappa Roti, Peco-Peco, Glow, Suteki dan beberapa brand lainnya yang masih dalam proses pembicaraan.

Baca Juga: BTN Fasilitasi Kredit Pemilikan Apertemen Kyo Society

“Tanrise Property sebagai salah satu pengembang terbesar di Jawa Timur membuka peluang dan mengundang calon investor lainnya untuk bekerja sama di apartemen Kyo Society,” tegas Joseph Lukito.

Joseph mengatakan, pada tahap pertama pemasaran Kyo Society, profil pembeli banyak dari kalangan end user dan pemilik kost. “Namun, untuk tahap kedua ini profilnya akan diperluas. Seperti menyasar kawasan industri di sekitarnya terutama para pekerja dari perusahaan multinasional,” jelas Joseph Lukito.

Menurut Joseph, penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Surabaya (Ubaya) pada medio Juni 2020 lalu, juga membuka kesempatan bagi keluarga besar Ubaya, mulai mahasiswa, dosen, karyawan, dan alumni, menjadi bagian dari Kyo Society.

“Rencana salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya ini untuk mendirikan rumah sakit, juga memberi peluang bagi apartemen Kyo Society untuk bisa memenuhi kebutuhan para tenaga medis dan keluarga pasien untuk beristirahat,” tandasnya.

Baca Juga: Tanrise Property Hadirkan BNI di Voza Premium Office

Joseph mengakui, terjadi perubahan konsumen properti selama pandemi Covid-19. Namun, saat ini ritme kebiasaan di masyarakat mulai berjalan. Selain itu, kondisi pasar properti juga mulai berjalan. Pihaknya juga telah melakukan proses nomor urut pembelian (NUP).

“Menyikapi perubahan ini, tentu saja pola pemasaran tahap kedua akan berbeda. Terutama untuk menarik konsumen milenial melalui paket promo dan cara pembayaran yang menarik. Salah satunya, skema cicilan dengan nilai Rp 1 jutaan,” papar Joseph.

Menurut Joseph, sejatinya ada lima poin untuk suatu kawasan properti bisa bertumbuh, yakni harus dekat dengan fasilitas pendidikan, rumah sakit, area komersial, kawasan industri dan pelabuhan atau bandara. Dari lima poin itu, Kyo Society sudah memiliki tiga, yaitu rumah sakit, pendidikan dan area komersial.

"Kalau investor itu sudah melihat indakatornya dari sini. Sehingga, kita optimistis dengan pemasaran di fase kedua yang sebenarnya sudah jalan tapi secara resmi akan dimulai melalui seremoni pada 11 Juli nanti. Adapun serah terima unit akan dilakukan saat penyelesaian proyek pada 2023,” pungkas Joseph.

 



Sumber: BeritaSatu.com