2021, Century 21 Targetkan Rekrut Lebih 1.000 Marketing Associates
Selasa, 16 Maret 2021 | 07:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Untuk memperkuat jejaring dan networking pemasaran properti di Indonesia, perusahaan jasa agen properti Century 21 Indonesia tahun ini menargetkan merekrut lebih dari 1.000 tenaga marketing. Optimisme ini dilatarbelakangi kesuksesannya tahun lalu yang juga berhasil merekrut 1.000 tenaga marketing di acara yang sama.
Executive Director Century 21 Indonesia Daniel Handojo mengatakan salah satu bisnis jasa anti krisis ekonomi adalah broker properti. Hal ini sudah dua kali terbukti. Pertama saat krisis ekonomi 1997, dimana jutaan tenaga kerja yang lost job kebingungan mencari pekerjaan. Untuk menyambung hidup sebagian besar mereka memilih berjualan atau buka usaha kecil-kecil. Tetapi sebagian lain memilih "banting setir" menjalani profesi sebagai agen properti dan banyak dari mereka sukses hingga sekarang.
Tak jauh beda dengan pandemi Covid-19 menyerang dunia pada Maret 2020 lalu yang melumpuhkan perekomonian dunia di segala bidang, tak terkecuali Indonesia. Dampaknya jutaan tenaga kerja di Indonesia harus dirumahkan, bahkan tidak sedikit harus di-PHK (pemutusan hubungan kerja) karena banyak perusahaan mengurangi aktivitas bisnis dan tak sedikit harus tutup alias bangkrut.
"Nah dalam siatusi seperti ini Century 21 Indonesia ingin membantu orang-orang yang butuh pekerjaan dengan membuka banyak rekrutmen tenaga pemasar properti. Di masa awal pandemi tahun lalu kami berhasil merekrut 1.000 marketing, ini sangat fenomenal. Karena itu, tahun ini kami yakin dapat menarik lebih dari 1.000 orang Marketing Associates atau agen-agen baru," ujar Daniel di sela-sela persiapan acara ONE21 2021 Annual Awards and Recognitions, Century 21 Indonesia yang akan diselenggarakan secara daring pada Kamis (18/3/2021), di Jakarta.
Dikatakan agen-agen baru ini akan ditempatkan ke seluruh kantor member broker yang tersebar yang di kota-kota besar di Indonesia. Di masa 60%-nya berada di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Kenyataannya dari data transaksi Century 21 Indonesia selama ini, sekitar 60% transaksi itu berasal dari area Jabodetabek.
Menurut Daniel, sejak Juli - Desember 2020 kinerja bisnis properti, khususnya di subsektor secondary market sudah mulai recovery, dimana sebelumnya April – Juli sempat turun drastis hingga 90%. Namun yang menarik secara tahunan transaksi Century 21 Indonesia di 2020 tumbuh sekitar 20% dari sisi unit dibandingkan 2019.
"Dan yang mengejutkan, ada kenaikan 30% pada Januari 2021 dibandingkan Januari 2020 (sebelum Covid-19). Sekitar 70% transaksi Century 21 Indonesia dihasilkan dari secondary market. Selain karena banyak owner yang BU (butuh uang,red), momentum terkoreksinya harga properti ini juga dimanfaatkan oleh para investor," kata Daniel.
Daniel menambahkan, stimulus Bank Indonesia yang menurunkan tingkat suku bunga dan melonggarkan kebijakan dengan DP 0%, serta pembebasan PPN oleh Menteri Keuangan untuk pembelian properti hingga 2 miliar berdampak positif terhadap pasar properti, terutama bagi profesi pemasaran properti di tanah air.
Melihat indikator-indikator ekonomi tahun ini terus membaik, Daniel yakin, pasar properti bisa tumbuh di atas 20%.
"Tentunya hal ini sangat berdampak positif terhadap pendapatan profesional agen properti. Di Century 21 Indonesia saja, penghasilan agen yunior rata-rata Rp 150 juta per tahun atau setara Rp 12,5 juta per bulan," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




