ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Mantap Tangani Santunan Asuransi Keluarga Korban KRI Nanggala 402

Kamis, 29 April 2021 | 16:12 WIB
LO
WP
Penulis: Lona Olavia | Editor: WBP
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga (dua dari kiri) didampingi Direktur Bank Mandiri Taspen Iwan Soeroto secara simbolis pemberian program Tabungan Hari Tua (THT) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada perwakilan keluarga Kru Nanggala 402 di Puspenerbal Surabaya, Kamis 29 April 2021. Bank Mandiri Taspen ditunjuk oleh Asabri dalam menyalurkan kepada 17 ahli waris Kru Nanggala 402 dengan manfaat santunan THT sebesar Rp 398 juta, JKK Rp 5,95 miliar dan Beasiswa sebesar Rp 360 juta yang merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) 54 Tahun 2020.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga (dua dari kiri) didampingi Direktur Bank Mandiri Taspen Iwan Soeroto secara simbolis pemberian program Tabungan Hari Tua (THT) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada perwakilan keluarga Kru Nanggala 402 di Puspenerbal Surabaya, Kamis 29 April 2021. Bank Mandiri Taspen ditunjuk oleh Asabri dalam menyalurkan kepada 17 ahli waris Kru Nanggala 402 dengan manfaat santunan THT sebesar Rp 398 juta, JKK Rp 5,95 miliar dan Beasiswa sebesar Rp 360 juta yang merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) 54 Tahun 2020. (Dok )

Surabaya, Beritasatu.com– Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) ditunjuk oleh PT Asabri (Persero) sebagai mitra bayar hak manfaat Asabri berupa program tabungan hari tua (THT), jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan beasiswa kepada keluarga korban kru KRI Nanggala 402.

"Kepada 17 ahli waris korban kru KRI Nanggala 402, Bank Mantap menyalurkan manfaat santuan dengan total sebesar Rp 398,476 juta untuk THT, sedangkan untuk JKK sebesar Rp 5,95 miliar dan beasiswa sebesar Rp 360 juta. Penyerahan dana ini merupakan bagian dari program manfaat Asabri sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 54 Tahun 2020," ujar Direktur Utama Bank Mantap Elmamber P Sinaga dalam keterangan resmi, Kamis (29/4/2021).

KRI Nanggala merupakan kapal selam kedua dalam jenis kapal selam kelas cakra. KRI Nanggala berada di bawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Nanggala dalam jajaran TNI AL dan termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut. Nama Nanggala berasal dari nama senjata milik Prabu Baladewa dalam cerita pewayangan.

KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 saat melakukan latihan penembakan torpedo di Laut Bali. Saat itu, kapal selam ini membawa 53 awak. KRI Nanggala kemudian dinyatakan tenggelam pada Sabtu, 24 April 2021 oleh TNI AL setelah ditemukannya puing-puing yang diduga berasal dari kapal selam tersebut.

ADVERTISEMENT



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Minta Bank Mantap Investigasi Dugaan Penipuan Investasi

OJK Minta Bank Mantap Investigasi Dugaan Penipuan Investasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon