Kasus Covid-19 Melonjak, Munas Kadin Sebaiknya Ditunda 6 Bulan Lagi
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Munas Kadin) Indonesia VIII di Kendari Sulawesi Tenggara disarankan ditunda. Pasalnya kasus Covid-19 di wilayah itu meningkat. Setelah beberapa waktu melandai, kasus Covid-19 di Kendari, Sulawesi Tenggara, melonjak tinggi. Selama dua pekan terakhir, lonjakan kasus baru mencapai lima kali lipat.
Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto mengatakan munas merupakan pesta Kadin daerah. Semula munas dilaksanakan di Bali pada awal Juni, tetapi dipindah ke Kendari karena alasan pandemi Covid-19.
"Kalau memang trennya naik, mungkin mesti dipertimbangkan di post pone. Mungkin sekitar 3-6 bulan lagi. Karena alasan pindah dari Bali karena Covid-19," kata dia kepada Investor Daily, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Yugi menyerahkan keputusan penundaaan munas tersebut kepada kadin daerah dan panitia penyelenggara munas. Perihal usulan munas dilakukan secara hybird yaitu kombinasi online dan offline dia menyerahkan kepada pemilik suara. "Saya bukan pemilik suara, tetapi baiknya tanya sama daerah dan panitia. Yang pasti progam dan kegiatan Kadin jalan seperti biasa," ucap dia.
Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kendari, hingga Senin (14/6/2021), jumlah kasus Covid-19 di Kendari mencapai 49 kasus. Dalam sehari, terjadi penambahan 5-10 kasus baru. Padahal, pada akhir Mei lalu, jumlah kasus Covid-19 hanya ada sembilan kasus atau telah bertambah lima kali lipat.
Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Rahminingrum menyampaikan, selama beberapa pekan terakhir, kasus baru Covid-19 terus bertambah setiap hari. Padaha, sebelumnya, jumlah kasus terhitung sangat landai, bahkan tiga pekan lalu pernah hanya ada empat yang kasus tersisa. Meski terjadi lonjakan kasus, Rahminingrum melanjutkan, jumlah fasilitas kesehatan dan kamar isolasi masih memadai. Terlebih lagi, dari 46 kasus yang terdata, sebagian besar pasien memilih isolasi mandiri di rumah karena tanpa ada gejala.
Data Dinkes Kendari, hingga akhir pekan lalu, okupansi di sejumlah rumah sakit dan fasilitas isolasi Covid-19 di Kendari masih jauh dari kapasitas. Di RSUD Kendari, misalnya, dari 43 tempat tidur isolasi Covid-19, baru terisi dua. Sementara itu, di RS Bahteramas, yang menjadi rujukan provinsi Sultra, jumlah tempat tidur terisi baru 4 dari total 126 kapasitas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




