ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Covid-19 Melonjak, Munas Kadin Sebaiknya Ditunda 6 Bulan Lagi

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:47 WIB
LC
WP
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: WBP
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto, memberikan sambutan saat penyerahan bantuan sembako di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto, memberikan sambutan saat penyerahan bantuan sembako di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. (Beritasatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Munas Kadin) Indonesia VIII di Kendari Sulawesi Tenggara disarankan ditunda. Pasalnya kasus Covid-19 di wilayah itu meningkat. Setelah beberapa waktu melandai, kasus Covid-19 di Kendari, Sulawesi Tenggara, melonjak tinggi. Selama dua pekan terakhir, lonjakan kasus baru mencapai lima kali lipat.

Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto mengatakan munas merupakan pesta Kadin daerah. Semula munas dilaksanakan di Bali pada awal Juni, tetapi dipindah ke Kendari karena alasan pandemi Covid-19.
"Kalau memang trennya naik, mungkin mesti dipertimbangkan di post pone. Mungkin sekitar 3-6 bulan lagi. Karena alasan pindah dari Bali karena Covid-19," kata dia kepada Investor Daily, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Yugi menyerahkan keputusan penundaaan munas tersebut kepada kadin daerah dan panitia penyelenggara munas. Perihal usulan munas dilakukan secara hybird yaitu kombinasi online dan offline dia menyerahkan kepada pemilik suara. "Saya bukan pemilik suara, tetapi baiknya tanya sama daerah dan panitia. Yang pasti progam dan kegiatan Kadin jalan seperti biasa," ucap dia.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kendari, hingga Senin (14/6/2021), jumlah kasus Covid-19 di Kendari mencapai 49 kasus. Dalam sehari, terjadi penambahan 5-10 kasus baru. Padahal, pada akhir Mei lalu, jumlah kasus Covid-19 hanya ada sembilan kasus atau telah bertambah lima kali lipat.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Rahminingrum menyampaikan, selama beberapa pekan terakhir, kasus baru Covid-19 terus bertambah setiap hari. Padaha, sebelumnya, jumlah kasus terhitung sangat landai, bahkan tiga pekan lalu pernah hanya ada empat yang kasus tersisa. Meski terjadi lonjakan kasus, Rahminingrum melanjutkan, jumlah fasilitas kesehatan dan kamar isolasi masih memadai. Terlebih lagi, dari 46 kasus yang terdata, sebagian besar pasien memilih isolasi mandiri di rumah karena tanpa ada gejala.

Data Dinkes Kendari, hingga akhir pekan lalu, okupansi di sejumlah rumah sakit dan fasilitas isolasi Covid-19 di Kendari masih jauh dari kapasitas. Di RSUD Kendari, misalnya, dari 43 tempat tidur isolasi Covid-19, baru terisi dua. Sementara itu, di RS Bahteramas, yang menjadi rujukan provinsi Sultra, jumlah tempat tidur terisi baru 4 dari total 126 kapasitas.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon