ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua Pelaksana: Covid-19 Melonjak, Munas Kadin Bisa Ditunda

Senin, 21 Juni 2021 | 20:15 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Caketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kedua dari kiri) didampingi oleh Erwin Aksa (kiri) menyerahkan dokumen terkait pencalonannya sebagai Ketum Kadin Indonesia periode 2021 - 2026 di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (24/5/2021). Anindya Bakri diterima oleh panitia pelaksanaan pemilihan Ketum Kadin Indonesia periode 2021 - 2026 yakni Adisatrya Suryo Sulisto, Benny Soetrisno, Andi Rukman N Karumpa, dan Rahardjo Jamtomo.
Caketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kedua dari kiri) didampingi oleh Erwin Aksa (kiri) menyerahkan dokumen terkait pencalonannya sebagai Ketum Kadin Indonesia periode 2021 - 2026 di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (24/5/2021). Anindya Bakri diterima oleh panitia pelaksanaan pemilihan Ketum Kadin Indonesia periode 2021 - 2026 yakni Adisatrya Suryo Sulisto, Benny Soetrisno, Andi Rukman N Karumpa, dan Rahardjo Jamtomo. (BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Adisatrya Sulisto menyatakan, pelaksanaan munas yang rencananya digelar di Kendari pada 30 Juni 2021 bisa saja ditunda. Penundaan Munas Kadin akan dilakukan bila kasus Covid-19 terus melonjak, terutama di Kendari.

"Pak Rosan (Rosan Roslani, Ketua Umum Kadin Indonesia, Red) dan panitia terus berkomunikasi dengan pemerintah. Sebab, munas rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bila arahan pemerintah ditunda, tentu akan kami tunda," kata Adisatrya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Sementara itu, Ketua Kadin Kepulauan Riau Akhmad Ma'ruf Maulana sudah menyurati Presiden Jokowi untuk meminta agar Munas VIII Kadin ditunda karena kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Situasi ini berpotensi mengancam keselamatan peserta munas.

Permohonan agar Munas Kadin ditunda juga didukung sejumlah Kadin daerah lainnya, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Sumatera Utara, Lampung, Yogyakarta, dan Papua Barat.

ADVERTISEMENT

Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mengingatkan, pelaksanaan Munas Kadin saat ini akan membahayakan kesehatan dan jiwa peserta munas dan juga masyarakat Kendari.

"Kadin mesti mematuhi imbauan Presiden Jokowi, yakni jangan membuat kerumunan," ujar Ketua Kadin Papua Barat Immanuel Yenu.

Sebelumnya, Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit Wicaksono ikut mendukung agar munas ditunda.

"Kalau saya, bukan soal tempatnya, tetapi soal waktunya yang tidak tepat untuk menggelar munas, terutama saat Covid-19 mengganas seperti saat ini. Lebih baik tunda dan cari waktu yang pas. Kadin mesti menunjukkan profesionalitas dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat," ujar Kukrit.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

EKONOMI
Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

EKONOMI
Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

EKONOMI
Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

EKONOMI
BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon