IPO Teknologi Bisa Jadi Game Changer
Minggu, 27 Juni 2021 | 20:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Masuknya raksasa teknologi atau unicorn seperti Bukalapak dan Gojek Tokopedia (GoTo) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) saham diyakini akan menggairahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang 3-5 tahun belakangan ini lesu. Pasalnya, IPO dua unicorn itu menjadi game changer yang mengubah IHSG melalui minat investor asing.
Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, IPO teknologi akan menjadi isu bagi investor ke depannya, selain metodologi free float dalam penghitungan setiap indeksnya dan Environmental, Social, and Governance (ESG) Investment.
"IPO teknologi seperti Bukalapak dan GoTo sangat berpotensi mengubah landscape pasar modal Indonesia dalam hal yang positif. IHSG dalam 3-5 tahun ini tidak bagus, tertinggi 6.700. Sementara, dunia berubah, saat Covid investasi di farmasi dan pas tidak ada Covid investasinya di saham teknologi. Apalagi dia unicorn dan punya bobot besar ke bursa, dia akan jadi tujuan investasi asing," katanya dalam webinar The First Indonesia Investor Summit 2021 bertajuk "The Rise of Indonesia Stock Market", Minggu (27/6/2021).
Menurut perhitungan Bloomberg, valuasi gabungan Gojek-Tokopedia akan menghasilkan valuasi perusahaan senilai US$ 35-40 miliar atau kisaran Rp 490-560 triliun (asumsi kurs US$1 = Rp 14.000).
Analis JP Morgan menilai, angka tersebut tepat di bawah kapitalisasi pasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai US$ 56 miliar, dan berada satu tingkat di atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang sebesar US$ 34 miliar.
Dengan asumsi target valuasinya tercapai, hal ini akan menempatkan GoTo sebagai perusahaan dengan kapitalisasi terbesar kedua setelah Bank BCA. Bahkan jika harganya naik signifikan pasca-IPO, bisa berpotensi membuat GoTo menyalip Bank BCA.
Peta kapitalisasi pasar dan bobot juga akan berubah karena masuknya saham GoTo. Dengan asumsi nilai tengah Rp 535 triliun dan nilai kapitalisasi pasar per Akhir April 2021, maka total seluruh kapitalisasi pasar IHSG adalah Rp 7.096 triliun ditambah Rp 535 triliun menjadi Rp 7.631 triliun.
Jika simulasi di atas menjadi kenyataan, di mana bobot GoTo adalah 7% dari IHSG dan jika nantinya saham ini likuid dan fundamentalnya lolos saringan, sehingga masuk ke dalam IDX-30 atau LQ-45 yang menjadi indeks acuan utama, maka bobot di indeks tersebut mungkin bisa mencapai antara 10%–12%. "Dengan bobot yang besar, maka manajer investasi mau tidak mau harus mempertimbangkan saham ini dalam portofolionya," kata Rudiyanto.
Dengan demikian, maka peta di pasar saham Tanah Air akan berubah. Dari yang berpacu pada saham perbankan, namun karena besarnya kredit macet akibat pandemi menjadi ke sektor teknologi. Seiring itu, investor asing yang kurang tertarik akan mulai membanjiri investasinya ke Indonesia. Hal itu tak terlepas dari potensi besar ekonomi Indonesia dengan bonus demografi dan perilaku yang cenderung konsumtif.
Lebih lanjut, Rudiyanto mengakui tidak semua saham e-commerce unicorn yang IPO harganya naik. Setelah semua hype lewat, pada akhirnya kembali pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. "Facebook saat IPO masih rugi, setelah itu baru menghasilkan keuntungan. Startup sebelum IPO valuasinya pakai omzet dan jumlah pengguna, belum dilihat untungnya. Ketika dia IPO, 2-3 tahun baru akan dilihat keuntungannya," pungkasnya.
Di lain pihak, meski masih diwarnai pandemi Covid-19, IHSG diproyeksinya pada akhir tahun akan ada di level 6.768. Di mana, rencana startup dua unicorn untuk melantai di BEI menjadi sentimen positif. Meski begitu, menurut Rudiyanto, laju IHSG tak hanya dipengaruhi oleh Covid saja, namun juga hubungan AS-Tiongkok yang terus memanas dan juga kekhawatiran kebijakan tapering off dari Bank Sentral AS (The Fed) yang membuat indeks sulit untuk mantap bergerak di zona hijau.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




