Alkindo Optimistis Penjualan Tahun Ini Tumbuh 30%, Ini Pemicunya
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten di bidang produksi honeycomb, edge protector, papercore dan papertube PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) optimistis pada tahun ini penjualan bisa tumbuh 30%. Sejalan dengan itu, pada kuartal pertama 2021 penjualan naik 5,4% menjadi Rp 340,70 miliar dari periode yang sama sebelumnya Rp 311,37 miliar.
Direktur Utama Alkindo Naratama H Sutanto mengatakan, dengan capaian kuartal pertama, perseroan meyakini penjualan saat ini masih on track dengan target tersebut. Saat ini, perseroan sedang fokus menyelesaikan pesanan sejumlah sesuai target perseroan. "Memang PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) mempersulit pengiriman karena terhambat oleh penutupan jalan," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Selasa (13/7/2021).
Untuk diketahui, pada tahun 2020 lalu, perseroan membukukan penjualan Rp 1,10 triliun, atau bertumbuh 30% dari 2019 Selain itu, perseroan mengincar pertumbuhan laba bersih 40% dibandingkan tahun 2020 senilai Rp 50,6 miliar.
Lebih lanjut, Sutanto menjelaskan, tahun ini penjualan Alkindo Naratama akan didorong meningkatnya tren bisnis pengiriman pada e-commerce dan kemasan untuk industri fast-moving consumer goods (FMCG) dan food and beverages (F&B). "Kebiasaan baru untuk belanja online dan food delivery pada masyarakat membuat penjualan di segmen kertas dan kertas konversi ikut tumbuh signifikan," ujarnya.
Pada segmen ini, perseroan mengeluarkan produk terbaru, yakni paper box dan paper bag. Produk terbaru itu diluncurkan untuk menyiasati pesatnya perkembangan teknologi pemesanan makanan secara daring yang memerlukan packaging.
Alkindo Naratama berencana menambah produksi kertas cokelat dengan memasang mesin tambahan berkapasitas 150.000 ton per tahun.
Sejauh ini, perseroan tengah melakukan persiapan selama 12-14 bulan. Adapun penyelesaian ekspansi dibagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama tahun ini dan sisanya tahun depan. Penambahan kapasitas produksi itu diperkirakan menelan biaya Rp 370-380 miliar. Untuk memuluskan ekspansi, perseroan menyiapkan dana Rp 170 miliar dari total anggaran belanja Rp 185 miliar.
Terakhir, selain bisnis berbasis kertas, pertumbuhan kinerja keuangan akan disumbang oleh lini bisnis lainya. Di antaranya distribusi bahan kimia tekstil dari PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI) yang melayani para pelaku industri produk tekstil. Pun, pada anak usaha dibidang manufaktur water-based polimer yaitu, PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA), juga memperkirakan peningkatan pendapatan. Alfa sendiri menyasar pelaku industri kayu, mebel, kertas, cat, roof coating, dan lainnya. Permintaan tumbuh pesat didukung permintaan dari Amerika Serikat (AS).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




