GoTo Borong Saham Matahari Putra Prima
Kamis, 7 Oktober 2021 | 12:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias GoTo (Gojek-Tokopedia) memborong saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) senilai Rp 355 miliar. GoTo memborong 507.142.900 lembar pada harga pelaksanaan Rp 700 per saham, yang mewakili 6,74% kepemilikan saham atas perseroan. Sebelumnya, GoTo tidak memiliki sama sekali saham di Matahari Putra Prima.
"Transaksi dilakukan pada Senin 4 Oktober 2021 dengan tujuan investasi langsung pada Matahari," ujar Corporate Secretary Matahari Putra Prima Danny Kojongian dalam keterangan resmi, Kamis (7/10/2021).
GoTo memborong saham MPPA dari PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai pengendali emiten pengelola gerai ritel Hypermart tersebut. Corporate Secretary Multipolar Natalie Lie menyatakan, perseroan telah menjual 507.142.900 lembar saham atau setara 6,74% dengan harga Rp 700 per saham. Berkat transaksi borong itu, Multipolar mengantongi dana segar Rp 355 miliar.
Tujuan transaksi itu, untuk memperluas investor skala besar dalam Matahari, dan untuk investasi kembali. Setelah transaksi itu, Multipolar menguasai saham Matahari menjadi 2.378.477.451 lembar atau 31,59% dari sebelumnya 2.885.620.351 lembar atau 38,33%.
Sebelumnya diinformasikan bahwa Multipolar dan Grup GoTo ikut berpartisipasi dalam peningkatan modal Matahari Putra Prima. Peningkatan modal tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk penerbitan saham baru yang dijadwalkan selesai pada kuartal IV-2021.
CEO Matahari Putra Prima Elliot Dickson mengatakan, rencana peningkatan modal tersebut dilakukan perseroan dengan tujuan untuk menaikkan pangsa pasar dan berinvestasi pada strategi omnichannel. "Kami gembira bahwa perseroan melakukan peningkatan modal dan bersiap untuk mengeksekusi rencana-rencana kami sambil terus berinovasi bagi konsumen Indonesia," ungkapnya.
Matahari Putra Prima seperti diketahui merupakan operator hypermarket atau supermarket dengan jaringan lebih dari 200 gerai di 72 kota, platform logistik dan distribusi nasional. Menurut data riset NielsenIQ, perseroan saat ini menguasai pangsa pasar 25% di kategori supermarket dan hypermarket di Indonesia.
Dikenal sebagai "Walmart Indonesia", Hypermart juga dianggap telah sukses menangkap peluang naiknya pola belanja e-grocery di masa pandemi. Walmart merupakan perusahaan ritel multinasional Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan rantai pasar swalayan, department store, dan toko kelontong yang paling sukses di dunia saat ini. Hal tersebut tercermin dari volume penjualan online yang meningkat lebih dari empat kali dibanding tahun lalu. Alhasil, perseroan berhasil memposisikan Hypermart sebagai pemimpin ritel omnichannel di Indonesia.
Emiten yang mengoperasikan toko Hypermart, Foodmart Primo, Smart Club, Hyfresh dan Boston Health & Beauty, serta FMX tersebut tercatat membukukan pencapaian penjualan yang solid selama kuartal II-2021. Dalam periode tersebut, perseroan mampu mencatatkan penjualan kotor (gross sales) lebih dari Rp 2 triliun atau tumbuh 16,2%, serta penjualan online yang tumbuh 21,3% dibandingkan dengan kuartal II-2020.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




